Purwokertohitz.com, – Kebakaran TPST Kedungrandu terjadi di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Api membesar dari tumpukan sampah kering dan kemudian merambat hingga masuk ke hanggar tempat pengolahan sampah pada Minggu (20/9) siang.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan mengarah ke utara. Kobaran api semakin cepat meluas karena kondisi angin yang cukup kencang di sekitar lokasi. Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi pun harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api.
Mengutip dari TRIBUNBANYUMAS.COM, kobaran api sudah terlihat cukup besar sekitar pukul 13.50 WIB. Api disebut bermula dari tumpukan sampah kering di bagian selatan kawasan TPST, sebelum kemudian merambat menuju bangunan hanggar yang berada di sisi timur.
Baca juga : Lowongan Kerja Direct Sales XLC Purwokerto 2026: 1 Posisi Menarik, Walk In Interview 24 September
Kebakaran TPST Kedungrandu Dipicu Api dari Tumpukan Sampah
Warga sekitar bernama Sofyan mengatakan, kepulan asap mulai terlihat setelah waktu duhur. Tidak lama kemudian, api yang sebelumnya terlihat kecil tiba-tiba membesar.
“Mulai ada terlihat asap hitam itu setelah duhur tadi. Tahu-tahu langsung besar apinya,” kata Sofyan, Minggu sore.
Menurut Sofyan, tanda-tanda api sebenarnya sudah terlihat sejak Sabtu (19/9) sore. Saat itu, api muncul dari arah selatan TPST, tetapi belum terlihat besar sehingga belum seperti kondisi pada Minggu siang.
Api kemudian bergerak ke arah bangunan TPST yang berada di kawasan pengolahan sampah. Tiupan angin menuju utara membuat kobaran semakin meluas dan akhirnya masuk ke bagian hanggar.
“Ini sudah masuk ke hanggar apinya. Ini memang sampah semua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, titik awal api yang membesar berada di area luar TPST, tepatnya di sekitar bekas tumpukan sampah yang sebelumnya sudah terbakar.
Kebakaran TPST Kedungrandu Diduga Mengenai Mesin Pengolahan Sampah
Kondisi di dalam hanggar menjadi perhatian karena terdapat sejumlah peralatan yang digunakan untuk mengolah sampah. Saat kejadian berlangsung, aktivitas di TPST sedang libur karena bertepatan dengan hari Minggu.
Baca juga : LAW FELLAS 2026 Purwokerto: 5 Fakta Konser Spektakuler di GOR Satria
Sofyan memperkirakan sejumlah mesin pengolahan sampah yang berada di dalam hanggar ikut terdampak kobaran api. Namun, kondisi kerusakan maupun jumlah peralatan yang terbakar masih perlu dipastikan lebih lanjut oleh pihak terkait.
“Kebakar semua sepertinya kalau dilihat kondisi apinya kayak gini,” kata Sofyan.
Ia juga menyebut sempat terdengar suara letupan dari arah dalam hanggar ketika proses pemadaman berlangsung.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus berupaya menjinakkan api agar tidak semakin meluas. Angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala petugas dalam mendekati titik api.
Kebakaran TPST Kedungrandu Ditangani 4 Armada Damkar
Sedikitnya empat armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menangani Kebakaran TPST Kedungrandu. Petugas melakukan penyemprotan air sekaligus berupaya mencegah api menjalar ke bagian lain kawasan TPST.
Hingga Minggu sore, proses pemadaman masih berlangsung. Kepulan asap tebal juga masih terlihat dari kawasan TPST.
Penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Petugas dan pihak terkait masih perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber api serta mengetahui dampak kebakaran terhadap bangunan dan mesin pengolahan sampah.
Petugas juga terus memantau kondisi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari tumpukan sampah. Penanganan dilakukan secara bertahap karena material sampah kering dapat membuat api kembali menyala apabila belum benar-benar padam. Warga di sekitar kawasan TPST diimbau tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas selama proses pemadaman berlangsung. Informasi mengenai kerusakan bangunan maupun mesin masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena TPST Kedungrandu merupakan kawasan yang digunakan untuk aktivitas pengolahan sampah. Setelah api berhasil dipadamkan, pemeriksaan terhadap area terdampak diperlukan untuk memastikan kondisi bangunan, peralatan, serta keamanan lokasi sebelum kembali digunakan.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti informasi lainnya, termasuk artikel hiburan dan berita daerah, dapat membaca berita terbaru Purwokertohitz.com.






