Kesehatan

RSUD Banyumas Gandeng Belanda Tangani Hemofilia, Ini 4 Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien

×

RSUD Banyumas Gandeng Belanda Tangani Hemofilia, Ini 4 Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien

Sebarkan artikel ini
RSUD Banyumas Tangani Hemofilia Bersama Tim Belanda
RSUD Banyumas bekerja sama dengan Van Creveldkliniek Belanda untuk meningkatkan penanganan dan kualitas hidup pasien hemofilia.

Purwokertohitz.com, – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas menjalin kerja sama internasional dengan Van Creveldkliniek dari Belanda untuk meningkatkan pelayanan bagi pasien hemofilia. Kolaborasi ini dilakukan melalui program twinning yang didukung World Federation of Hemophilia (WFH), dengan tujuan memperkuat penanganan, rehabilitasi, dan kualitas hidup pasien yang mengalami gangguan pembekuan darah. Kegiatan tersebut juga mencakup kunjungan langsung ke rumah pasien di Kabupaten Banjarnegara. Kamis (8/10).

Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi penderita hemofilia, terutama pasien yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Melalui kolaborasi tersebut, tenaga medis berupaya memahami kondisi pasien secara menyeluruh, mulai dari kebutuhan pengobatan hingga dukungan rehabilitasi yang dapat membantu aktivitas sehari-hari.

Mengutip TRIBUNBANYUMAS.COM, tim gabungan dari RSUD Banyumas dan mitra kesehatan Belanda melakukan kunjungan kepada seorang pasien hemofilia B yang tinggal di Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan pasien sekaligus mengidentifikasi kebutuhan rehabilitasi dan fisioterapi yang diperlukan.

Baca juga : KMT Trans Banyumas: 5 Fakta Penting, Mulai Oktober 2026 Bisa Dipakai Bayar 

RSUD Banyumas Tangani Pasien Hemofilia B Bersama Tim Belanda 

Dalam kegiatan tersebut, World Federation of Hemophilia diwakili Merrel Timmer dan Dr Lize Van Vulpen. Sementara itu, RSUD Banyumas mengirimkan dokter Hemato Onkologi Anak (HOA), dr Fresti Oktanindi, SpA(K), serta Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan Kebidanan, Pujo Rohadi, S.Kep.Ns.

Tim medis memberikan perhatian khusus terhadap kondisi pasien hemofilia B yang telah mengalami paraplegia atau kelumpuhan sehingga tidak dapat berjalan selama kurang lebih satu tahun.

Kondisi tersebut membuat pasien membutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui bentuk rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan fisiknya.

Dalam keterangannya pada Kamis (8/10), dr Fresti Oktanindi menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan menilai kondisi pasien secara menyeluruh.

“Kunjungan dilakukan menilai secara menyeluruh kondisi pasien, khususnya terkait kebutuhan rehabilitasi dan fisioterapi.”

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu tim medis menyusun langkah penanganan yang lebih sesuai dengan kondisi pasien. Dengan begitu, kebutuhan perawatan tidak hanya berfokus pada gangguan pembekuan darah, tetapi juga memperhatikan fungsi gerak, kemandirian, dan kualitas hidup pasien.

RSUD Banyumas Lakukan Skrining Keluarga Pasien Hemofilia

Selain memeriksa pasien, tim juga melakukan skrining terhadap anggota keluarga. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya anggota keluarga lain yang mengalami gangguan perdarahan atau hemofilia tetapi belum terdiagnosis.

Baca juga :  FIN EXPO 2026 Purwokerto: 8 Agenda Seru di Puncak BIK 2026 

Skrining keluarga menjadi bagian penting dalam upaya menemukan kasus lebih dini. Jika terdapat anggota keluarga yang menunjukkan tanda gangguan perdarahan, pemeriksaan lanjutan dapat membantu memastikan kondisi tersebut sehingga penanganan yang sesuai bisa diberikan.

Hemofilia merupakan kelainan pembekuan darah yang membuat proses penghentian perdarahan berlangsung lebih sulit dibandingkan kondisi normal. Karena dapat berkaitan dengan faktor keturunan, riwayat kesehatan keluarga juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh tenaga medis.

Melalui pemeriksaan yang tepat, pasien dan keluarga diharapkan memperoleh informasi yang lebih baik mengenai kondisi kesehatan mereka serta pilihan penanganan yang tersedia.

RSUD Banyumas Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Hemofilia 

Kunjungan langsung ke rumah pasien memberikan kesempatan bagi tim medis untuk memahami situasi yang dihadapi pasien dalam kehidupan sehari-hari. Penilaian tidak hanya dilakukan terhadap kondisi kesehatan, tetapi juga kebutuhan perawatan dan tantangan yang mungkin muncul di lingkungan tempat tinggal.

Informasi tersebut dapat menjadi bahan diskusi antara tenaga medis RSUD Banyumas dan mitra dari Belanda dalam menentukan langkah yang relevan untuk mendukung pemulihan pasien.

Pada pasien yang mengalami keterbatasan gerak, rehabilitasi dan fisioterapi perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan serta kondisi masing-masing individu. Pelaksanaannya juga memerlukan pemantauan tenaga kesehatan agar program yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Kolaborasi lintas negara ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan hemofilia. Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, kebutuhan medis dan dukungan untuk menjalani aktivitas sehari-hari dapat menjadi bagian dari perhatian tim perawatan.

Baca juga : BTM Back to Menara 2026: 7 Keseruan Bazar Terbesar di Convention Hall Menara Teratai 

RSUD Banyumas Perkuat Kolaborasi Kesehatan dengan Belanda

Kerja sama RSUD Banyumas dengan Van Creveldkliniek melalui program twinning yang didukung WFH menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan pelayanan bagi pasien dengan gangguan pembekuan darah.

Kegiatan ini mencakup evaluasi kondisi pasien, pembahasan kebutuhan rehabilitasi dan fisioterapi, serta skrining keluarga untuk membantu menemukan kemungkinan kasus hemofilia yang belum terdiagnosis.

Ke depan, pendekatan yang melibatkan tenaga medis, pasien, dan keluarga diharapkan dapat mendukung penanganan yang lebih terarah. Kebutuhan setiap pasien tetap harus dinilai secara individual agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi masyarakat, informasi mengenai hemofilia juga penting untuk meningkatkan pemahaman tentang gangguan pembekuan darah dan pentingnya pemeriksaan medis ketika terdapat gejala atau riwayat keluarga yang relevan.

informasi umum mengenai hemofilia dapat dipelajari melalui situs resmi World Federation of Hemophilia.

Baca juga berita kesehatan dan informasi terbaru lainnya di PurwokertoHitz.com.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *