Purwokertohitz.com, – Gangguan pasokan air bersih membuat warga Kelurahan Kranji dan Purwokerto Kulon, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah hampir sebulan aliran air tidak lancar, warga mengeluhkan pasokan yang semakin parah hingga tidak mengalir sama sekali selama dua hari terakhir. Kondisi ini membuat warga harus mencari cara agar kebutuhan air untuk memasak, mandi, mencuci, hingga beribadah tetap terpenuhi. Jumat (9/10).
Gangguan air tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di permukiman. Sejumlah pekerja kantoran di kawasan Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, juga mengalami kesulitan karena air tidak tersedia saat dibutuhkan. Warga berharap pihak PDAM segera memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan sekaligus memastikan pasokan air kembali normal.
Mengutip TRIBUNBANYUMAS.COM, warga Kelurahan Kranji mengaku selama sebulan terakhir air biasanya hanya mengalir pada malam hari. Akibatnya, mereka harus menunggu hingga larut malam atau bahkan pagi untuk menampung air. Dalam kondisi terbaru, pasokan yang sebelumnya masih bisa diandalkan pada malam hari justru tidak mengalir selama dua hari.
Baca juga : RSUD Banyumas Gandeng Belanda Tangani Hemofilia, Ini 4 Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien
Air PDAM Purwokerto Mati, Warga Terpaksa Begadang
Heri, warga RT 02 RW 03 Kelurahan Kranji, mengatakan aliran air selama beberapa pekan terakhir tidak menentu. Warga harus menyesuaikan waktu istirahat demi mendapatkan air yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Kebiasaan menunggu air hingga malam tentu bukan perkara mudah, terutama bagi warga yang harus bekerja atau beraktivitas sejak pagi. Ketika pasokan benar-benar berhenti, persediaan air di rumah pun habis.
“Kadang malam nyala, jadi harus begadang sampai pagi menunggu air.”
“Tapi ini sudah dua hari sama sekali tidak menyala.”
“Air di rumah habis semua,” ujar Heri.
Keluhan tersebut menggambarkan betapa pentingnya pasokan air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa aliran yang memadai, aktivitas dasar seperti mandi, memasak, mencuci pakaian, dan membersihkan rumah menjadi terganggu.
PDAM Kirim 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga
Untuk mengatasi kebutuhan mendesak, warga meminta bantuan pasokan air bersih kepada PDAM. Salah seorang warga Purwokerto, Ayus Lita, mengaku langsung menghubungi pihak terkait setelah mengetahui air di rumahnya tidak mengalir.
Baca juga : KMT Trans Banyumas: 5 Fakta Penting, Mulai Oktober 2026 Bisa Dipakai Bayar
Menurut Ayus, permintaan bantuan yang disampaikan melalui bagian humas mendapat respons. Bantuan kemudian dikirim menggunakan truk tangki untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air sementara.
“Begitu tidak ada air, saya langsung menghubungi PDAM dan meminta bantuan melalui humas.”
“Alhamdulillah, langsung direspons dan air dikirim,” kata Ayus.
Pada Jumat (9/10), PDAM mengirimkan bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih menggunakan truk tangki. Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban warga yang sudah beberapa hari kesulitan mendapatkan air dari saluran rumah.
Meski demikian, distribusi air melalui truk tangki menjadi solusi sementara. Warga tetap membutuhkan kepastian kapan pasokan melalui jaringan pipa dapat kembali normal agar kegiatan sehari-hari tidak terus bergantung pada bantuan.
Gangguan Air PDAM Purwokerto Juga Menghambat Aktivitas Kantor
Dampak gangguan pasokan air juga dirasakan pekerja swasta di kawasan Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto. Aprilia mengaku sempat kesulitan ketika hendak mengambil air wudu di kantor sebelum menunaikan salat Jumat.
Biasanya, ia memilih berwudu di kantor terlebih dahulu agar tidak perlu mengantre di masjid. Namun, kebiasaan tersebut tidak bisa dilakukan karena air PDAM di tempat kerjanya mati.
“Saya biasanya wudlu di kantor, baru berangkat ke masjid, biar di sana tidak antre.”
“Ini air PAM di kantor malah mati, ya akhirnya ikut antri wudlu di masjid,” ungkapnya.
Pengalaman serupa dialami Dian, rekan sekantor Mardianto. Ia menyebut aliran air di kantornya sudah tidak lancar selama sekitar satu pekan. Bahkan, ketika hendak berwudu, air sama sekali tidak keluar sehingga ia terpaksa menggunakan air galon.
Baca juga : FIN EXPO 2026 Purwokerto: 8 Agenda Seru di Puncak BIK 2026
“Sudah semingguan ini air tidak mengalir lancar di kantor. Ini malah sama sekali tidak mengalir, akhirnya wudlu pake air galon,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan air tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga aktivitas pekerja dan kegiatan ibadah.
Penyebab Air PDAM Purwokerto Mati Belum Diketahui Pasti
Gangguan pasokan air di sejumlah kawasan Purwokerto diduga berkaitan dengan kondisi sumber air yang terdampak kekeringan. Namun, hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan resmi dari PDAM mengenai penyebab pasti terhentinya aliran maupun perkiraan waktu pemulihan.
Kepastian informasi dari pihak pengelola sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan air selama gangguan berlangsung. Penjelasan mengenai wilayah terdampak, penyebab masalah, serta langkah penanganan juga akan membantu warga memahami situasi yang sedang terjadi.
Bagi masyarakat yang mengalami gangguan serupa, informasi mengenai bantuan distribusi air dapat ditanyakan melalui saluran layanan resmi PDAM setempat.
Warga kini berharap pasokan air segera pulih sehingga aktivitas rumah tangga maupun pekerjaan dapat kembali berjalan normal tanpa harus menunggu aliran air hingga tengah malam.
Baca juga berita daerah dan informasi terbaru lainnya di PurwokertoHitz.com. Untuk informasi umum mengenai pengelolaan air dan layanan publik, masyarakat juga dapat mengunjungi situs resmi Pemerintah Kabupaten Banyumas.





