Purwokertohitz.com, – Kasus kematian Syaif Hidayat, pelajar berusia 14 tahun asal Kabupaten Banyumas, memasuki tahap penyelidikan lebih lanjut. Polisi melakukan ekshumasi terhadap jenazah Syaif setelah menemukan indikasi dugaan kekerasan sebelum korban meninggal dunia. Proses ekshumasi berlangsung di TPU Desa Kembaran, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Rabu(9/9).
Setelah makam dibongkar, jenazah Syaif kemudian menjalani pemeriksaan autopsi oleh tim forensik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian sekaligus memastikan apakah luka yang ditemukan pada tubuh korban berkaitan dengan dugaan kekerasan.
Mengutip dari RADARBANYUMAS.CO.ID, temuan benjolan dan darah kering pada bagian kepala menjadi salah satu petunjuk yang didalami polisi dalam kasus Syaif Hidayat. Polisi juga telah memperoleh indikasi adanya peristiwa kekerasan dan menetapkan satu orang sebagai tersangka.
Baca juga : Kawal Banyumas Hadir, Warga Bisa Sampaikan Aduan Pelayanan Publik Secara Digital
Kasatres PPA-PPO Polresta Banyumas AKBP Sitowati mengatakan, ekshumasi dilakukan setelah penyidik memperoleh informasi mengenai dugaan kekerasan terhadap korban. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian yang dialami Syaif sebelum meninggal.
“Kegiatan ini bermaksud mengetahui penyebab meninggalnya korban yang diduga menjadi korban kekerasan pada Sabtu dini hari. Saat ini perkara tersebut sedang ditangani oleh Polresta Banyumas,” kata Sitowati.
Syaif Hidayat Diduga Mengalami Kekerasan
Dalam penyelidikan sementara, polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi, penyidik menemukan dugaan adanya peristiwa kekerasan terhadap korban di kawasan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan.
Polisi menduga Syaif Hidayat mengalami pemukulan menggunakan bilah kayu atau balok. Namun, dugaan tersebut masih perlu diperkuat melalui pemeriksaan forensik.
“Dari hasil olah TKP kami di lapangan, kemudian kita juga sudah memeriksa beberapa saksi. Didapat kesimpulan memang kejadian tersebut terhadap korban adalah peristiwa kekerasan, pemukulan menggunakan bilah kayu atau balok,” jelas Sitowati.
Meski demikian, polisi belum memastikan apakah dugaan pemukulan tersebut menjadi penyebab langsung kematian korban. Kesimpulan tersebut masih menunggu hasil autopsi.
“Hal tersebut yang sementara ini sedang kita cari, apakah itu sebagai penyebab kematian korban,” ujarnya.
Syaif Hidayat Dibawa Pulang dalam Kondisi Tidak Sadar
Kasus ini bermula ketika Syaif Hidayat dibawa pulang ke rumah dalam kondisi tidak sadar. Keluarga kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Baca juga : Lowongan Kerja Host Live Streaming Cilongok 2026, Peluang Menarik untuk Pemula
Namun, setelah sampai di rumah sakit, korban dinyatakan sudah tidak bernapas. Syaif kemudian dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya dimakamkan di TPU Desa Kembaran.
Saat proses pemakaman berlangsung, keluarga belum berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai dugaan kekerasan yang mungkin dialami korban.
Informasi mengenai dugaan kekerasan kemudian diterima polisi. Penyidik melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut dan menemukan indikasi adanya peristiwa kekerasan di sekitar kawasan Berkoh.
Dari penyelidikan itu, polisi menetapkan satu orang sebagai tersangka. Penyidik selanjutnya melanjutkan pemeriksaan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Syaif Hidayat Ditemukan Mengalami Luka di Kepala
Petunjuk lain muncul ketika keluarga memandikan jenazah sebelum pemakaman. Saat itu ditemukan benjolan pada bagian kepala korban yang disertai darah kering.
Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar polisi untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Penyidik ingin memastikan apakah luka tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan dan kematian korban.
“Kami patut menduga bahwa luka tersebutlah yang menyebabkan kematian, sehingga saat ini dilakukan ekshumasi dan autopsi,” ungkap Sitowati.
Meski demikian, pernyataan tersebut masih berupa dugaan. Polisi tetap menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik untuk memperoleh kesimpulan medis mengenai penyebab kematian Syaif Hidayat.
Hasil autopsi nantinya menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu polisi memastikan hubungan antara luka yang ditemukan, dugaan kekerasan, dan kematian korban.
Baca juga :Samsung Galaxy S26 FE Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Exynos 2500 dan Kamera 50 MP
Polisi masih mendalami perkara ini untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian secara terang. Hasil pemeriksaan forensik juga akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan perkembangan penanganan kasus tersebut. Temuan tersebut diharapkan menjadi petunjuk penting bagi penyidik dalam mengungkap perkara secara menyeluruh.






