Purwokertohitz.com, Purwokerto – Kesuksesan tidak selalu diukur dari seberapa cepat seseorang mencapai puncak karier, tetapi dari proses belajar, ketekunan, dan konsistensi dalam mengembangkan diri. Hal tersebut tercermin dari perjalanan Willy Novi Anjasmoro, alumni Program Studi Sistem Informasi Universitas BSI Purwokerto, yang kini mengemban amanah sebagai Pengolah Data di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud). Kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi bekal untuk berkontribusi bagi bangsa.
Sejak menjadi mahasiswa, Willy dikenal sebagai sosok yang tekun dalam mempelajari bidang teknologi informasi, khususnya pengelolaan data dan sistem informasi.
“Bagi saya, dunia digital bukan hanya tentang menguasai teknologi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan data untuk menghasilkan informasi yang akurat dan mendukung pengambilan keputusan,” ujar Willy.
Baca Juga : BKOT Universitas UBSI Purwokerto Jadi Ruang Dialog Orang Tua dan Kampus
Bekal tersebut menjadi modal penting ketika memasuki dunia kerja yang semakin mengandalkan transformasi digital.
Sebagai seorang Pengolah Data di Kemendikbud, Willy memiliki tanggung jawab dalam mengelola, memverifikasi, dan menyajikan data yang menjadi dasar berbagai kebijakan di sektor pendidikan. Peran ini menuntut ketelitian, integritas, kemampuan analisis, serta penguasaan teknologi informasi yang baik. Di era digital saat ini, kualitas data menjadi salah satu aset penting bagi instansi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Perjalanan karier Willy membuktikan bahwa lulusan Program Studi Sistem Informasi memiliki peluang yang sangat luas. Tidak hanya berkarier di perusahaan swasta atau industri teknologi, lulusan juga dapat berkontribusi di sektor pemerintahan dengan memanfaatkan kompetensi yang dimiliki. Kemampuan mengelola data, memahami sistem informasi, serta berpikir analitis menjadi keahlian yang semakin dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan.
Menurut Willy, masa kuliah merupakan waktu terbaik untuk membangun fondasi kompetensi. “Selain memahami materi perkuliahan, mahasiswa juga perlu aktif mengikuti pelatihan, sertifikasi, organisasi, maupun berbagai proyek yang dapat menambah pengalaman. Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan terus belajar mengikuti perkembangan teknologi,” katanya.
Universitas BSI Purwokerto terus berkomitmen mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja melalui kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri dan pemerintahan. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan kompetensi digital, kemampuan analisis, serta soft skills yang menjadi bekal penting dalam membangun karier profesional. Berbagai program akademik, seminar, pelatihan, hingga kolaborasi dengan dunia industri dan instansi pemerintah menjadi bagian dari upaya kampus dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
Kisah Willy Anjasmoro menjadi bukti bahwa kesungguhan dalam belajar dan kemauan untuk terus berkembang dapat membuka berbagai peluang karier. Keberhasilannya mengabdi di Kemendikbud menunjukkan bahwa lulusan Universitas BSI Purwokerto mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui keahlian di bidang teknologi informasi dan pengelolaan data.
Menutup pesannya, Willy mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin.
“Jangan pernah menyia-nyiakan waktu selama kuliah. Setiap mata kuliah, tugas, dan pengalaman belajar merupakan investasi yang akan sangat berguna di masa depan. Teruslah mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan membangun karakter yang profesional. Dunia kerja akan selalu memberikan kesempatan kepada mereka yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat untuk terus belajar,” tuturnya.






