Purwokertohitz.com, – Selama bertahun-tahun merawat tiga kucing kesayangan, Rubi (58), warga Karangwangkal, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mengaku hewan peliharaannya belum pernah mendapatkan vaksin rabies.
Kesempatan vaksin gratis pun langsung dimanfaatkan Rubi untuk memberikan perlindungan tambahan bagi tiga kucing jantannya. Ia membawa Pangeran, Emeng, dan Kuning ke Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas untuk mengikuti vaksinasi rabies pada Selasa (6/10).
Mengutip TribunBanyumas.com, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati World Rabies Day sekaligus Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2026.
Baca juga : Lowongan Kerja Crew Outlet Milkmax Purwokerto 2026: 6 Kualifikasi, Segera Daftar!
“Belum pernah dapat vaksin rabies, ini pengalaman pertama,” kata Rubi di sela kegiatan vaksinasi.
Ketiga kucing milik Rubi memiliki usia yang berbeda. Pangeran, Emeng, dan Kuning ada yang sudah berumur lima tahun, sementara salah satunya baru berusia satu tahun.
Ketiganya merupakan kucing campuran Persia dan kucing kampung. Rubi awalnya memungut kucing-kucing tersebut hingga kemudian dirawat dan berkembang biak.
Untuk memenuhi kebutuhan ketiga kucing kesayangannya, Rubi mengeluarkan biaya sekitar Rp500 ribu setiap bulan untuk membeli pakan.
Selain makanan, Rubi juga memberikan vitamin untuk menjaga kebugaran hewan peliharaannya. Ketiga kucing tersebut juga sesekali dilepasliarkan.
Bagi Rubi, vaksinasi kali ini menjadi pengalaman baru sekaligus langkah penting untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada hewan yang sudah lama menjadi bagian dari keluarganya.
Vaksinasi Rabies Banyumas Jadi Langkah Pendataan HPR
Kegiatan vaksinasi tidak hanya bertujuan memberikan perlindungan kepada hewan peliharaan. Dinas Pertanian Banyumas juga memanfaatkannya untuk mulai memperkuat pendataan hewan penular rabies atau HPR.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Banyumas, Kusbiono, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap populasi HPR yang berada di wilayah Banyumas.
Baca juga : Balon Udara Owabong 2026: 5 Fakta Menarik Fun Run & Walk 5K
Menurut Kusbiono, jumlah pasti HPR di Banyumas belum diketahui. Kondisi tersebut terjadi karena kucing dan anjing umumnya dipelihara secara perorangan sehingga datanya tersebar dan belum seluruhnya tercatat.
“Dari angka yang kami dapat kemarin, selama vaksinasi, sudah ada 300 ekor yang kami data dan vaksin,” kata Kusbiono.
Data hasil vaksinasi tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk membangun database hewan peliharaan yang masuk kategori HPR.
“Kami akan bikin database tentang hewan peliharaan yang merupakan hewan penularan rabies.”
“Kami akan bikin datanya nanti. Sementara saat ini baru kami dari data hasil vaksinasi ini kami jadi data dasar, nanti kami kembangkan lagi,” jelasnya.
Kusbiono menjelaskan, pendataan HPR berbeda dengan pendataan hewan ternak. Hewan ternak relatif lebih mudah dicatat karena biasanya tergabung dalam kelompok atau kelembagaan di desa.
Sementara itu, kucing dan anjing lebih banyak dipelihara secara pribadi sehingga pemerintah perlu turun langsung untuk mengetahui keberadaan dan jumlahnya.
“Karena itu hewan kesayangan, jadi kita harus langsung ke lapangan cari datanya.”
“Karena di desa kan juga tidak melakukan data itu, data hewan rabies di desa juga tidak ada.”
“Beda dengan data ternak mungkin ada, karena kita ada kelompok. Tapi kalau hewan penular rabies itu kan perorangan, jadi datanya lebih tersebar,” ujarnya.
Status Bebas Rabies Banyumas Tetap Dijaga
Di sisi lain, pencegahan rabies tetap menjadi perhatian pemerintah daerah karena lalu lintas hewan peliharaan antardaerah cukup tinggi.
Hewan kesayangan bisa berasal dari luar kota bahkan luar negeri. Karena itu, pengawasan dan vaksinasi menjadi bagian penting dalam menjaga status wilayah.
Kusbiono mengatakan Banyumas saat ini masih berstatus bebas rabies. Namun, status tersebut tetap perlu dijaga karena Banyumas berbatasan dengan wilayah lain yang belum seluruhnya berstatus bebas rabies.
“Jadi, memang saat ini status Banyumas kan bebas rabies, tapi memang kita tidak menutup kemungkinan itu tertular dari wilayah yang masuk perbatasan,” katanya.
Baca juga : Taman Literasi Rupiah Banyumas: 4 Fakta Menarik Ruang Edukasi Baru
Ia menyebut wilayah Jawa Barat menjadi salah satu perhatian karena belum seluruh wilayahnya berstatus bebas rabies.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pertanian Banyumas berencana melakukan vaksinasi di wilayah perbatasan.
“Nanti kami akan melakukan di daerah Jatilawang sampai Lumbir,” ujarnya.
Upaya vaksinasi pada hewan juga sejalan dengan langkah pencegahan rabies secara global. WHO menyebut vaksinasi hewan merupakan bagian penting dalam memutus rantai penularan rabies.
Vaksinasi Rabies Banyumas Digelar di 5 Titik
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan program vaksinasi rabies gratis mendapat respons positif dari masyarakat.
Pada pelaksanaan di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas, tercatat ada 148 pendaftar dengan jumlah hewan mencapai 280 ekor.
“Alhamdulillah, hari ini ada vaksin gratis dalam rangka Hari Rabies Sedunia.”
“Program vaksinasi tersebut dapat membantu mempertahankan status Banyumas sebagai daerah bebas rabies,” katanya.
Menurut Dwi Asih, vaksinasi tidak hanya dilaksanakan di satu lokasi. Secara keseluruhan terdapat sekitar lima titik pelaksanaan vaksinasi.
Dari lima titik tersebut, tiga titik di antaranya telah dilaksanakan dengan jumlah vaksinasi mencapai sekitar 800 vaksin.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjangkau lebih banyak hewan peliharaan milik masyarakat.
Dengan cakupan vaksinasi yang semakin luas, kucing, kera, dan anjing yang menjadi hewan kesayangan masyarakat diharapkan mendapatkan perlindungan sekaligus membantu menjaga Banyumas tetap bebas rabies.
“Mudah-mudahan, nanti bisa semuanya ter-cover, kemudian juga pemilik-pemilik hewan utama, semuanya kucing, kera, dan anjing itu bisa semuanya disuntik, divaksinasi bebas rabies,” katanya.
Bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, vaksinasi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus mendukung upaya pencegahan rabies. Informasi umum mengenai pencegahan rabies juga dapat dibaca melalui World Health Organization (WHO).
Baca juga berita lainnya di purwokertohitz.com.





