Purwokertohitz.com, – Alun-alun Banyumas bakal memiliki ruang publik baru yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat masyarakat berkegiatan, tetapi juga menjadi ruang edukasi tentang rupiah, kebanksentralan, dan budaya.
Bank Indonesia (BI) Purwokerto akan membangun Taman Literasi Rupiah Banyumas lengkap dengan Tugu Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah di kawasan Alun-alun Banyumas. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama pada Minggu (4/10).
Mengutip TribunBanyumas.com, pembangunan taman dan tugu tersebut merupakan bagian dari upaya BI Purwokerto memperkuat edukasi masyarakat mengenai gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Baca juga : Sowan #2 Purwokerto: 5 Hal Menarik dari Pemutaran dan Diskusi Film Lokal
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan keberadaan taman dan tugu tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.
“Semoga, Taman Literasi dan Tugu CBP jadi inspirasi daerah lain juga. Serayu menyatukan Banyumas. Rupiah menyatukan Indonesia,” kata Ramdan Denny Prakoso dalam acara tersebut.
Taman Literasi Rupiah Banyumas Jadi Ruang Edukasi
aman Literasi Rupiah Banyumas nantinya menjadi area terbuka yang membawa konsep edukasi sekaligus ruang publik. Bahkan, taman tersebut disebut bakal menjadi area terbuka pertama di Indonesia yang mengusung konsep literasi rupiah.
Ramdan menjelaskan, Bank Indonesia juga terus berupaya menjamin ketersediaan uang rupiah di berbagai daerah, termasuk wilayah yang mengalami bencana.
“Bank Indonesia menjamin ketersediaan rupiah di daerah, terutama pula yang mengalami bencana. Kami berupaya agar bisa meningkatkan layanan ketersediaan rupiah,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan taman dan Tugu CBP Rupiah bukan sekadar pembangunan fisik. Kawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjadi tempat untuk mengembangkan berbagai ide dan inovasi.
Dalam kegiatan peletakan batu pertama itu, Analis Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia, Roni Hartawan, juga turut hadir.
Taman Literasi Rupiah Banyumas Selaras dengan Budaya
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Mahdi Abdillah, mengatakan pihaknya terus menggencarkan gerakan Cinta Bangga Paham Rupiah melalui berbagai kegiatan edukasi.
Baca juga : Lowongan Kerja CSO Zaherba Sampang 2026: 4 Kriteria Menarik, Segera Daftar!
Menurut Mahdi, taman tersebut nantinya menjadi wadah untuk mengenalkan rupiah sekaligus memperkuat keterkaitannya dengan budaya lokal.
Desain arsitektur kawasan disiapkan agar selaras dengan lingkungan dan bangunan cagar budaya yang berada di sekitar Alun-alun Banyumas. Dalam proses perancangannya, BI juga meminta masukan dari Tim Ahli Cagar Budaya.
Taman nantinya dilengkapi sejumlah panel informasi yang membahas kebanksentralan, budaya, dan kesenian. Dengan begitu, masyarakat yang datang tidak hanya menikmati ruang terbuka, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru.
“Ketika berkunjung ke sini jadi sambil belajar,” ujar Mahdi.
Kawasan tersebut juga dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan seni seperti menari dan menyanyi.
“Taman ini akan mendukung kegiatan tersebut,” katanya.
Taman Literasi Rupiah Banyumas Manfaatkan Limbah Uang Kertas
Selain taman literasi, Tugu Cinta Bangga Paham Rupiah akan menjadi landmark baru di kawasan Alun-alun Banyumas. Desainnya dibuat menyatu dengan lanskap sekitar yang memiliki sejumlah bangunan cagar budaya.
Tugu tersebut diperkirakan memiliki tinggi sekitar 8 meter. Sementara itu, lahan yang digunakan untuk pembangunan taman dan tugu memiliki ukuran sekitar 14 x 23,5 meter.
Hal menarik lainnya, pembangunan kawasan ini akan memanfaatkan limbah racik uang kertas. Material tersebut nantinya digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat panel-panel di area taman.
Konsep tersebut membuat kawasan ini tidak hanya menjadi taman dan monumen, tetapi juga menyampaikan pesan mengenai pengelolaan rupiah serta budaya kepada masyarakat.
Baca juga : Skybridge Run 2026 Kembali Digelar 8 November, Ada Jaminan Slot Purwokerto Half Marathon 2027
Taman Literasi Rupiah Banyumas Diharapkan Jadi Daya Tarik Wisata
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Junaedi, berharap pembangunan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan pembangunan ini membawa manfaat,” kata Junaedi menyampaikan pesan Bupati Banyumas.
Ia menegaskan agar pembangunan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Taman dan tugu tersebut diharapkan benar-benar hidup sebagai ruang masyarakat untuk belajar, berkunjung, berinteraksi, dan berkegiatan.
Selain menjadi ruang edukasi, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik wisata dan budaya di Kabupaten Banyumas.
“Jangan hanya berhenti pembangunan fisik tapi agar benar-benar hidup, tempat belajar, berkunjung dan berkegiatan dan daya tarik wisata dan budaya,” ujarnya.
Junaedi juga menekankan pentingnya manfaat kawasan tersebut dalam jangka panjang. Menurutnya, keberadaan taman dan tugu harus mampu memberikan nilai bagi masyarakat lintas generasi.
“Legacy bukan hanya taman atau tugu tapi jadi manfaat dari generasi ke generasi,” katanya.
Dengan konsep edukasi rupiah, budaya, seni, dan ruang publik, Taman Literasi Rupiah Banyumas diharapkan dapat menjadi salah satu ruang baru yang memperkuat identitas kawasan Alun-alun Banyumas sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga berita lainnya di purwokertohitz.com






