Berita

Masih di Kapal Prabowo tapi Pegang Sekoci, PDIP: Manuver Projo Sein Kanan Belok Kiri!

×

Masih di Kapal Prabowo tapi Pegang Sekoci, PDIP: Manuver Projo Sein Kanan Belok Kiri!

Sebarkan artikel ini

Purwokwertohits.com , Jakarta -Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyoroti pendapat Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. Di mana, ia menyebut pihaknya tetap mendukung Pemerintahan Prabowo saat ini, namun membuka peluang kemungkinan “percepatan politik” sebelum Pemilu 2029.

Budi Arie mengingatkan agar tak hanya menyiapkan skenario menuju Pemilu 2029 jika kondisi politik dan ekonomi berubah lebih cepat. Bahkan Budi Arie yang sempat ramai diduga terlibat kasus judi onlie (judol) menyinggung pengalaman Indonesia pada periode 1998–1999 sebagai contoh perubahan yang terjadi di luar perkiraan.

Langkah Projo tersebut pun menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, konsistensi antara ucapan dan tindakan tak sejalan bak fenomena emak-emak yang mengendarai sepeda motor.

“Inilah salah satu contoh politik sein kiri, belok kanan,” kata Andreas .

“Disatu pihak bicara mendukung pemerintahan Prabowo, dipihak yang lain diam-diam bekerja untuk pemilu sebelum 2029,” ujarnya menambahkan.

Budi Arie Bicara Pemilu Dipercepat

Sebelumnya, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi menyebut pihaknya tetap mendukung Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini, namun membuka peluang kemungkinan “percepatan politik” sebelum Pemilu 2029.

Baca Juga: KAI Expo 2026, Diskon Tiket hingga 30 Persen

Pernyataan Budi Arie tersebut menjadi sorotan publik yang videonya ramai beredar di media sosial. Budi Arie yang dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto dari jabatannyasebagai Menteri Koperasi pada 8 September 2025, menyebut kondisi nasional saat ini mengkhawatirkan. Ia juga mengaku memiliki “insting” bahwa situasi politik tidak akan berjalan hingga 2029.

Pernyataan tersebut terkait 2029 merupakan jadwal Pemilu berikutnya. Meski demikian, di video yang beredar tersebut Budi Arie tak menerangkan secara spesifik apa yang dimaksud dengan prediksinya.

Budi Arie mengingatkan agar tak hanya menyiapkan skenario menuju Pemilu 2029 jika kondisi politik dan ekonomi berubah lebih cepat. Bahkan Budi Arie yang sempat ramai diduga terlibat kasus judi onlie (judol) menyinggung pengalaman Indonesia pada periode 1998–1999 sebagai contoh perubahan yang terjadi di luar perkiraan.

Dalam pernyataannya, Budi Arie yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku sempat menyampaikan pandangan tersebut kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia mengatakan, “Pak, insting saya ini kayaknya nggak sampai 2029.”

Di sisi lain, Projo tetap menyatakan komitmennya mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dan mengajak semua pihak bersiap menghadapi berbagai kemungkinan.

Budi Arie saat dihubungi Inilah.com di Jakarta, Selasa (27/9), menyampaikan keterangannya lebih lanjut atas pernyataannya tersebut melalui Sekretaris Jenderal DPP Projo, Freddy Alex Damanik.

Freddy mengatakan video pernyataan Budi Arie yang beredar tersebut tidak menggambarkan pernyataan Budi Arie secara utuh.

Baca Juga: Vietnam vs Thailand Berakhir 2-2, Vietnam Juara ASEAN Hyundai Cup 2026

“Yang pertama, video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan,” kata Freddy dalam keterangannya.

Forum Silaturahmi Jokowi dengan Relawan

Freddy juga mengungkap pernyataan tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan para relawan. Pertemuan ini digelar dalam rangka bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Yang kedua, forum tersebut diadakan sebagai acara silaturahmi dalam rangka bulan Kemerdekaan Republik Indonesia antara Bapak Jokowi dengan para relawannya,” ucapnya.

Selanjutnya, Freddy menyebut dalam pertemuan juga terdapat diskusi internal singkat. Diskusi tersebut membahas perihal situasi kebangsaan yang tengah berkembang.

“Yang ketiga, dalam kesempatan tersebut ada diskusi internal singkat yang memotret situasi kebangsaan saat ini,” ujarnya.

Baca Juga: KPK Periksa Pejabat Unsoed di Mapolresta Banyumas, Pemeriksaan Berlangsung 10 Jam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *