BeritaPendidikan

1.000 Titik Tugu Baca Banyumas Resmi Diluncurkan, Akses Buku Digital Makin Mudah

×

1.000 Titik Tugu Baca Banyumas Resmi Diluncurkan, Akses Buku Digital Makin Mudah

Sebarkan artikel ini
1.000 Titik Tugu Baca Banyumas
Peluncuran 1.000 titik Tugu Baca dalam Festival Literasi Banyumas 2026.

Purwokertohitz.com, – Sebanyak 1.000 titik Tugu Baca Banyumas resmi diluncurkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap buku dan bahan edukasi digital. Program ini menjadi langkah strategis untuk mendorong budaya literasi sekaligus membantu masyarakat menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Peluncuran 1.000 Titik Tugu Baca Banyumas berlangsung bersamaan dengan Festival Literasi Banyumas 2026 di Halaman Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Banyumas, Senin(14/9).

Mengutip  dari TRIBUNBANYUMAS.CO.ID, Kepala Dinarpusda Kabupaten Banyumas Agus Anggraito menjelaskan bahwa program tersebut dapat terlaksana berkat kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak. Program perpustakaan digital itu juga direalisasikan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Program ini direalisasikan tanpa menggunakan APBD, melainkan melalui sinergi dan dukungan berbagai pemangku kepentingan seperti Bank Indonesia, Telkom, Universitas Terbuka, Bank Jateng, serta mitra lainnya,” ujar Agus Anggraito.

Baca juga : Sekda Banyumas Agus Nur Hadie Akhirnya Muncul: 5 Fakta Usai Ruang Kerja Digeledah KPK 

1.000 Titik Tugu Baca Banyumas Hadir di Ruang Publik 

Agus mengatakan, fasilitas perpustakaan digital tersebut nantinya ditempatkan di berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Penempatan Tugu Baca di ruang publik diharapkan membuat akses terhadap bahan bacaan semakin dekat dan mudah dijangkau.

Tugu Baca tidak hanya menyediakan koleksi buku dalam bentuk digital. Fasilitas tersebut juga memuat berbagai bahan edukatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menambah pengetahuan.

Dengan adanya 1.000 Titik Tugu Baca Banyumas, masyarakat diharapkan mempunyai lebih banyak pilihan untuk memperoleh bahan bacaan tanpa harus selalu datang ke gedung perpustakaan. Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan membuat aktivitas membaca lebih mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Peluncuran program ini menjadi salah satu agenda utama dalam Festival Literasi Banyumas 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti pada Senin, 14 September 2026.

Festival Literasi Banyumas 2026 mengusung tema “Literasi untuk Negeri: Mengisi Kemerdekaan dengan Cinta Buku dan Perpustakaan.”

Literasi Digital Banyumas untuk Menyaring Informasi

Dalam sambutannya, Dwi Asih Lintarti menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam memahami dan menyaring informasi di era digital.

Baca juga : Trans Banyumas Ditargetkan Beroperasi Lagi 17 September 2026, Tarif Tetap Rp3.900 

Menurutnya, masyarakat saat ini tidak cukup hanya mampu memperoleh informasi. Masyarakat juga perlu memahami isi informasi serta memastikan kebenarannya sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

“Tantangan kita adalah bagaimana memilih informasi yang benar, memahami dengan baik, dan tidak mudah percaya atau menyebarkan sesuatu sebelum kita mengetahui kebenarannya. Di sinilah pentingnya literasi,” tegas Dwi Asih Lintarti.

Wakil Bupati Banyumas tersebut berharap kebiasaan membaca dan belajar dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya literasi dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana, seperti membaca beberapa halaman sehari, mengajak anak membaca, atau menuliskan gagasan, budaya belajar yang kuat akan terbangun secara alami. Langkah ini menjadi kunci lahirnya generasi muda Banyumas yang berkarakter, berani bermimpi, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” tutur Dwi Asih Lintarti.

Festival Literasi Banyumas Digelar Selama 3 Hari

Festival Literasi Banyumas 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September 2026. Berbagai kegiatan edukatif dan hiburan disiapkan untuk masyarakat selama festival berlangsung.

Sejumlah agenda yang digelar meliputi pameran buku, stan pegiat literasi, pemutaran film melalui mini teater, pertunjukan seni tari dan musik, serta pemberian penghargaan bagi para pemenang kompetisi literasi.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan bedah buku dan talkshow. Berbagai topik yang dibahas meliputi parenting, public speaking, literasi digital, hingga penanganan bullying di era digital.

Baca juga :  Kode Redeem FF 13 September 2026, Klaim Diamond dan Bundle Eksklusif Gratis

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat. Kehadiran berbagai komunitas dan pegiat literasi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan membaca di Kabupaten Banyumas.

Akses Bacaan Semakin Dekat 

Melalui 1.000 Titik Tugu Baca Banyumas, pemerintah bersama para mitra berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan buku dan berbagai materi edukasi. Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kolaborasi lintas pihak dalam memperkuat budaya literasi di Kabupaten Banyumas.

Dengan akses bacaan yang semakin dekat, masyarakat diharapkan tidak hanya semakin gemar membaca, tetapi juga mampu memahami informasi secara lebih kritis. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena masyarakat setiap hari berhadapan dengan berbagai informasi melalui media sosial dan platform digital.

Baca juga : SpongeBob Tak Lagi Tayang di GTV,  

Pada akhirnya, 1.000 Titik Tugu Baca Banyumas diharapkan dapat menjadi fasilitas yang mendorong kebiasaan membaca, memperluas wawasan, serta membantu menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dalam menerima dan menyaring informasi.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *