Berita

Dinpertan Banyumas Akui 136 Titik Irigasi Pompa Belum Mampu Atasi Kekeringan Lahan Pertanian

×

Dinpertan Banyumas Akui 136 Titik Irigasi Pompa Belum Mampu Atasi Kekeringan Lahan Pertanian

Sebarkan artikel ini
Petugas meninjau irigasi perpompaan Banyumas untuk mendukung pengairan lahan pertanian saat musim kemarau.
Dinpertan Banyumas membangun 136 titik irigasi perpompaan di 27 kecamatan untuk membantu pengairan sekitar 7.000 hektare lahan tadah hujan selama musim kemarau. Sumber Foto: Radar Banyumas.

Purwokertohitz.com, Banyumas – Mengutip dari Radar Banyumas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan) Kabupaten Banyumas mengakui pembangunan 136 titik irigasi perpompaan (irpom) pada tahun ini belum mampu mengatasi seluruh persoalan kekeringan di lahan pertanian. Keterbatasan alokasi bantuan dari pemerintah pusat membuat masih banyak lahan tadah hujan yang belum memperoleh akses irigasi.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinpertan Banyumas, Hery Jatmiko, mengatakan kebutuhan irigasi pompa di Banyumas masih cukup besar. Namun, bantuan dari Kementerian Pertanian belum mampu mengakomodasi seluruh usulan yang diajukan kelompok tani.

Menurutnya, pembangunan 136 titik irpom merupakan langkah untuk mengurangi dampak kekeringan, bukan solusi menyeluruh. Pasalnya, masih banyak wilayah pertanian yang membutuhkan sarana penyediaan air, sementara kuota bantuan dari pemerintah pusat masih terbatas.

“Kami menyadari masih banyak lahan pertanian yang belum cukup air saat musim kemarau. Usulan kebutuhan irigasi pompa juga bergantung dari kelompok tani, sementara alokasi dari kementerian masih sangat terbatas,” kata Hery.

Baca jugaSegera iPhone Air 2 Dikabarkan Hadir Awal 2027, Ini 5 Peningkatan yang Dibawa

Ia menjelaskan masih banyak usulan pembangunan irigasi perpompaan yang belum dapat direalisasikan karena keterbatasan kuota program dari Kementerian Pertanian.

Karena itu, Dinpertan Banyumas berharap pemerintah pusat kembali membuka kesempatan pengajuan usulan baru. Dengan begitu, program penyediaan air dapat dipersiapkan sejak musim hujan sehingga mitigasi kekeringan bisa dilakukan lebih dini.

“Kami berharap kementerian tetap membuka kesempatan usulan baru sehingga persiapan menghadapi kemarau panjang dapat dilakukan sejak musim hujan,” ujarnya.

Pekuncen, Gumelar, dan Purwojati Jadi Prioritas 

Hery menyebut Kecamatan Pekuncen, Gumelar, dan Purwojati menjadi wilayah yang diprioritaskan dalam pengembangan sumber air karena minim air permukaan. Pemerintah berencana membangun sumur dalam sebagai sumber air untuk mendukung sistem irigasi perpompaan di kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi bentang alam di tiga kecamatan itu membuat pasokan air permukaan sangat terbatas sehingga petani lebih rentan menghadapi kekeringan saat musim kemarau.

Baca juga : Semifinal Piala Presiden 2026 resmi digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Simak jadwal Persib vs Persija, Persebaya vs Arema FC, serta jadwal finalnya. 

Pada tahun ini, Dinpertan Banyumas menargetkan pembangunan 136 titik irigasi perpompaan yang tersebar di 27 kecamatan. Program tersebut ditujukan untuk mendukung pengairan sekitar 7.000 hektare lahan tadah hujan.

Sistem irigasi memanfaatkan sumur dalam yang dipompa menggunakan tenaga listrik. Air kemudian dialirkan melalui jaringan pipa menuju area persawahan agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Dinpertan berharap seluruh titik irigasi perpompaan dapat beroperasi sebelum puncak musim kemarau sehingga mampu mengurangi dampak kekeringan dan menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Banyumas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *