Berita

INFOGRAFIS: Bisik-bisik Budi Arie, Insting Prabowo Jatuh di Samping Jokowi

×

INFOGRAFIS: Bisik-bisik Budi Arie, Insting Prabowo Jatuh di Samping Jokowi

Sebarkan artikel ini

Purwokwertohits.com , Jakarta -Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, kembali memicu polemik di ruang publik. Di tengah bayang-bayang sorotan skandal judi online (judol) yang melibatkan mantan kementeriannya serta pencopotan dirinya dari kabinet, Budi Arie kini melontarkan narasi spekulatif terkait pergantian kepemimpinan nasional sebelum 2029.
​Sinyal Politik dan Celetukan “Lebih Cepat dari 2029”
​Sorotan publik mencuat setelah Budi Arie terekam menyampaikan pernyataan politis saat Joko Widodo berada tepat di sampingnya. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu menyinggung dinamika kekuasaan ke depan dengan mengandalkan apa yang ia sebut sebagai insting politik.

Baca Juga: Chamber of Scholars UBSI Purwokerto Jadi Chapter Baru bagi Maba Penerima Beasiswa

​”Kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?” ujar Budi Arie.
​Pernyataan tersebut langsung menuai interpretasi liar di masyarakat, mengingat periode sebelum 2029 kerap diidentikkan dengan potensi transisi atau jatuhnya kekuasaan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir secara konstitusional.
​Jejak Karier Relawan dan Skandal Judol
​Budi Arie dikenal luas bukan sebagai politisi yang tumbuh dari kompetisi elektoral pemilu, melainkan berkat kiprah militannya memimpin kelompok relawan Projo. Karier birokrasinya berkembang pesat di era pemerintahan Joko Widodo:
​2019: Menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT).
​2023: Diresmikan menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).
​Pencopotan Kabinet: Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet dan mencopot Budi Arie, lalu menunjuk Ferry Juliantono untuk mengisi pos kementerian tersebut.

Baca Juga: Privasi Data di Era AI: Tantangan Menjaga Data Pribadi di Tengah Perkembangan Teknologi

Pasca-pencopotan, nama Budi Arie terus disorot menyusul penangkapan sejumlah oknum di kementeriannya atas kasus perlindungan situs judi online. Publik hingga kini masih menuntut aparat penegak hukum mengusut tuntas aliran dana dan dugaan keterlibatan pihak-pihak terkait dalam skandal tersebut.
​Dalih “Video Tidak Utuh” Menuai Tanda Tanya
​Setelah pernyataannya memantik reaksi keras, kubu Projo berdalih bahwa video yang beredar telah dipotong dan tidak menampilkan konteks secara utuh. Namun, pembelaan tersebut justru memunculkan sejumlah tanda tanya kritis di tengah publik:
​Mengapa narasi suksesi kepemimpinan sebelum 2029 justru disuarakan oleh barisan relawan yang mendampingi Joko Widodo?
​Apa landasan konkret di balik klaim “insting lebih cepat” terkait pergantian kekuasaan nasional?
​Jika Projo loyal terhadap koalisi pemerintahan, mengapa muncul pesan politik yang mengindikasikan ketidaktahanan masa jabatan presiden hingga akhir periode?
​Langkah manuver Budi Arie dan Projo ini dinilai sejumlah analis politik sebagai bentuk kegamangan elite dalam mencari relevansi politik pasca-kehilangan posisi strategis di kabinet.

Baca Juga: Dieng Culture Festival 2026 Dimulai Hari Ini, Ada Apa Saja di Festival Negeri di Atas Awan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *