Purwokertohitz.com, Cilacap – BSI Explore Desa Jetis Cilacap menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Salah satu peserta, Zika, mengaku kagum melihat kehidupan warga yang masih menjunjung tinggi kebersamaan dan keramahan, Jumat (14/8).
Kegiatan BSI Explore di Desa Jetis dilaksanakan pada 5-25 Agustus 2026. Program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan masyarakat secara langsung, beradaptasi dengan lingkungan desa, sekaligus menjalankan berbagai kegiatan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga.
Selama berada di Desa Jetis, mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang telah direncanakan. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat dan belajar memahami kebiasaan warga. Interaksi tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat kehidupan sosial dan budaya masyarakat secara lebih dekat.
Baca juga : Cara Mengecek Bansos lewat Situs Resmi Kemensos 2026, Cukup Pakai NIK KTP
BSI Explore Desa Jetis Cilacap Beri Pengalaman Baru bagi Mahasiswa
Bagi Zika, salah satu hal yang paling berkesan sejak pertama kali mengikuti kegiatan adalah kerukunan masyarakat Desa Jetis. Ia melihat warga masih memiliki kebiasaan melakukan berbagai aktivitas secara bersama-sama.
“Kesan pertama takjub di desa ini masih sangat rukun. Terus ini berbarengan semua, apa-apa berbarengan, dari berangkat maupun pulang sekolah, berjalan kaki, dan masyarakatnya ramah-ramah,” ujar Zika.
Kehidupan masyarakat tersebut menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa. Kebersamaan yang terlihat dalam aktivitas sehari-hari membuat peserta kegiatan dapat belajar mengenai kehidupan sosial warga sekaligus memahami nilai gotong royong yang masih dijaga di lingkungan desa.
Selain mendapatkan kesan positif, mahasiswa juga menghadapi tantangan selama beradaptasi dengan masyarakat. Salah satu tantangan yang dirasakan Zika adalah penggunaan bahasa Jawa krama dalam komunikasi sehari-hari.
Zika mengaku cukup memahami bahasa krama karena dirinya merupakan orang Jawa. Namun, ia belum terbiasa mengucapkan bahasa tersebut ketika berkomunikasi dengan warga yang menggunakan bahasa krama.
“Tantangan yang paling sampai detik ini enggak bisa bahasa kromo. Karena aku pribadi, meskipun aku orang Jawa, agak paham bahasa kromo, tapi enggak bisa mengucapkan. Paling kalau ditanya sama orang yang pakai bahasa kromo, aku bilang, ‘oh iya, iya’ doang,” katanya.
Tantangan tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi mahasiswa selama mengikuti kegiatan. Perbedaan bahasa dan kebiasaan justru memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal budaya masyarakat Desa Jetis secara lebih dekat.
BSI Explore Desa Jetis Cilacap Diharapkan Berdampak bagi Warga
Kegiatan mahasiswa di Desa Jetis tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman baru. Program tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang telah direncanakan.
Zika berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang pertama menambah wawasan yang pastinya berdampak pada masyarakat, karena tujuannya kegiatan BSI Explore agar masyarakat berdampak, agar mahasiswa-mahasiswa berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.
Keterlibatan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus berkontribusi. Mahasiswa dapat memahami kondisi warga dari dekat dan belajar menerapkan pengetahuan maupun kemampuan yang dimiliki dalam kegiatan yang bermanfaat.
Interaksi tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya komunikasi dan kepedulian sosial. Pengalaman tinggal dan beraktivitas bersama masyarakat diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa setelah kegiatan selesai.
Baca juga :Delegasi UBSI Masuk Top 5 Best Speaker di Global Youth Congress 2026 Thailand
Kepala Desa Apresiasi BSI Explore Desa Jetis Cilacap
Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Jetis. Kepala Desa Jetis, H. Muharno, S.E., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan mahasiswa di wilayahnya.
Menurut H. Muharno, Desa Jetis berada di bagian timur Kabupaten Cilacap. Ia juga menjelaskan bahwa sebagian masyarakat Desa Jetis memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan buruh tani.
“Yang pertama kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada kegiatan mahasiswa-mahasiswi BSI Explore Desa Jetis. Kebetulan Desa Jetis merupakan wilayah Pemerintah Kabupaten Cilacap di ujung timur. Dulu Desa Jetis merupakan desa yang tertinggal serta mayoritas penduduknya adalah nelayan dan buruh tani. Dengan adanya kegiatan dari mahasiswa BSI Explore ini kami sangat terbantu,” ujar H. Muharno.

Menurut H. Muharno, kehadiran mahasiswa menjadi pengalaman tersendiri bagi pemerintah desa dan masyarakat. Selain menjalankan berbagai program, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan warga serta mengenal kehidupan masyarakat.
Antusiasme warga terhadap kegiatan mahasiswa juga membuat Pemerintah Desa Jetis berharap program tersebut dapat berlangsung lebih lama. Masyarakat dinilai cukup antusias mengikuti kegiatan dan program yang telah direncanakan.
“Kami dari pemerintah desa dan warga Jetis sangat berharap kegiatan-kegiatan BSI Explore ini kalau bisa waktunya lebih diperpanjang karena warga sangat antusias untuk kegiatan maupun program-program yang direncanakan atau dilaksanakan dalam kegiatan BSI Explore ini,” tuturnya.
Meski demikian, pemerintah desa memahami bahwa kegiatan mahasiswa memiliki batas waktu. Pelaksanaan kegiatan di Desa Jetis dijadwalkan berlangsung hingga 25 Agustus 2026.
BSI Explore Desa Jetis Cilacap Jadi Momentum Belajar
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat. Selain mendapatkan wawasan mengenai kehidupan sosial dan budaya warga, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui berbagai program yang telah disiapkan.
Bagi masyarakat Desa Jetis, kehadiran mahasiswa menjadi ruang untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, serta mengikuti berbagai kegiatan selama program berlangsung.
Baca juga : Al Qadsiah Tawar Tijjani Reijnders Rp1 Triliun, Masa Depannya di Man City Jadi Sorotan
Sementara bagi mahasiswa, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk memahami pentingnya kepedulian sosial dan kontribusi generasi muda bagi masyarakat.
Dengan pelaksanaan pada 5-25 Agustus 2026, kegiatan BSI Explore di Desa Jetis diharapkan dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat. Program tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan warga melalui kegiatan edukatif dan sosial.






