Negara dengan gunung berapi terbanyak ternyata tersebar di berbagai kawasan. Simak 7 negara dengan jumlah gunung api Holosen paling banyak di dunia.
Negara dengan Gunung Berapi Terbanyak di Dunia
Gunung berapi menjadi salah satu fenomena alam yang banyak ditemukan di kawasan yang memiliki aktivitas tektonik tinggi. Beberapa negara bahkan memiliki puluhan hingga lebih dari seratus gunung api yang terbentuk dalam ribuan tahun terakhir.
Menariknya, negara dengan gunung berapi terbanyak tidak semuanya berada di satu kawasan. Amerika Serikat, Jepang, Rusia, Indonesia, hingga Chile masuk dalam daftar teratas berdasarkan data Smithsonian Global Volcanism Program (GVP).
Dalam daftar ini, GVP menggunakan kategori gunung api Holosen, yaitu gunung api yang memiliki bukti aktivitas dalam sekitar 12.000 tahun terakhir. Data tersebut juga mencakup wilayah dan teritori yang berada di bawah suatu negara.
Daftar Negara dengan Gunung Berapi Terbanyak
Berikut tujuh negara dengan jumlah gunung api Holosen terbanyak berdasarkan data Smithsonian GVP per 31 Maret 2026:
1. Amerika Serikat – 165 Gunung Api
Amerika Serikat berada di posisi pertama dengan 165 gunung api Holosen.
Jumlah tersebut tidak hanya berasal dari wilayah daratan utama Amerika Serikat. Alaska, Hawaii, serta sejumlah wilayah dan teritori juga berkontribusi terhadap jumlah tersebut.
Dari 165 gunung api Holosen tersebut, GVP mencatat 63 gunung api yang aktif sejak 1800 Masehi dan 39 yang aktif sejak 1960. Per 31 Maret 2026, Kīlauea dan Great Sitkin tercatat dalam kategori sedang mengalami erupsi.
Kondisi ini berkaitan erat dengan posisi Amerika Serikat yang mencakup kawasan vulkanik aktif seperti Alaska dan Hawaii.
2. Jepang – 117 Gunung Api
Jepang berada di posisi kedua dengan 117 gunung api Holosen.
Negara ini berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng tektonik sehingga aktivitas vulkaniknya cukup tinggi. Gunung Fuji menjadi salah satu gunung api Jepang yang paling terkenal, meskipun Jepang memiliki banyak gunung api lainnya.
Menurut GVP, sebanyak 62 gunung api Jepang tercatat aktif sejak 1800 dan 40 lainnya aktif sejak 1960. Aira dan Suwanosejima termasuk gunung api yang tercatat dalam kategori sedang mengalami erupsi pada pembaruan data Maret 2026.
3. Rusia – 107 Gunung Api
Rusia menempati posisi ketiga dengan 107 gunung api Holosen.
Sebagian besar aktivitas vulkanik Rusia terkonsentrasi di wilayah timur, khususnya Semenanjung Kamchatka dan Kepulauan Kuril.
GVP mencatat 47 gunung api Rusia aktif sejak 1800 dan 27 aktif sejak 1960. Beberapa gunung api yang tercatat aktif dalam pembaruan Maret 2026 antara lain Sheveluch dan Krasheninnikov.
4. Indonesia – 101 Gunung Api
Indonesia berada di posisi keempat dengan 101 gunung api Holosen.
Posisi ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara paling penting dalam pembahasan aktivitas vulkanik dunia. Indonesia berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng tektonik dan bagian dari jalur vulkanik yang sering dikaitkan dengan Cincin Api Pasifik.
Dari 101 gunung api Holosen yang tercatat GVP, sebanyak 71 aktif sejak 1800 dan 55 aktif sejak 1960. Jumlah 55 tersebut bahkan menjadi yang tertinggi dalam kategori aktif sejak 1960 pada daftar GVP.
Beberapa gunung api Indonesia yang tercantum dalam data GVP antara lain Merapi, Semeru, Marapi, Ibu, Dukono, Lewotobi, dan Lewotolok.
5. Chile – 90 Gunung Api
Chile memiliki 90 gunung api Holosen dan menempati posisi kelima.
Negara ini membentang panjang di sisi barat Amerika Selatan dan berada di kawasan Andes. Kondisi geologis tersebut membuat Chile memiliki banyak gunung api.
GVP mencatat 35 gunung api Chile aktif sejak 1800 dan 19 aktif sejak 1960.
Keberadaan gunung api menjadi bagian penting dari karakter geografis Chile sekaligus memberikan tantangan dalam mitigasi bencana.
6. Ethiopia – 49 Gunung Api
Ethiopia menempati posisi keenam dengan 49 gunung api Holosen.
Aktivitas vulkanik di Ethiopia berkaitan dengan kawasan Rift Afrika Timur, tempat kerak bumi mengalami proses peregangan.
GVP mencatat 10 gunung api Ethiopia aktif sejak 1800 dan enam aktif sejak 1960.
Salah satu kawasan vulkanik penting di negara ini adalah Afar, yang dikenal memiliki aktivitas geologi yang sangat kompleks.
7. Papua Nugini – 39 Gunung Api
Papua Nugini berada di posisi ketujuh dengan 39 gunung api Holosen.
Negara di kawasan Pasifik ini memiliki sejumlah gunung api aktif, termasuk Manam, Langila, dan Bagana. GVP mencatat 20 gunung api Papua Nugini aktif sejak 1800 dan 13 aktif sejak 1960.
Letaknya yang berada di kawasan pertemuan lempeng membuat Papua Nugini memiliki aktivitas geologi yang cukup tinggi.
Data jumlah gunung api tersebut mengacu pada Smithsonian Global Volcanism Program, yang menyediakan database dan informasi mengenai aktivitas gunung berapi di seluruh dunia.
Mengapa Banyak Gunung Berapi Berada di Negara-Negara Tersebut?
Jumlah gunung berapi yang tinggi biasanya berkaitan dengan kondisi geologi suatu wilayah.
Salah satu faktor terbesarnya adalah pergerakan lempeng tektonik. Ketika satu lempeng bergerak menuju atau berada di bawah lempeng lainnya, proses tersebut dapat menghasilkan kondisi yang memungkinkan magma naik menuju permukaan.
Selain itu, aktivitas gunung api juga dapat terjadi di wilayah yang memiliki zona retakan atau titik panas tertentu.
Tidak mengherankan jika banyak negara dengan jumlah gunung api tinggi berada di sekitar kawasan aktif seperti Pasifik dan jalur vulkanik lainnya.
Apakah Semua Gunung Berapi Itu Aktif?
Tidak.
Jumlah gunung api Holosen tidak sama dengan jumlah gunung api yang sedang meletus.
GVP membedakan beberapa kategori aktivitas. Misalnya, data per Maret 2026 mencatat 1.215 gunung api Holosen secara global, tetapi jumlah gunung api yang aktif sejak 1960 jauh lebih sedikit.
Jadi, ketika sebuah negara disebut memiliki 100 gunung api, bukan berarti seluruh gunung tersebut sedang aktif atau berpotensi meletus dalam waktu dekat.
Indonesia Punya Gunung Berapi Aktif Terbanyak?
Jika menggunakan kategori aktif sejak 1960, Indonesia memang berada di posisi teratas dalam daftar GVP dengan 55 gunung api, lebih tinggi dibanding Jepang yang memiliki 40, Amerika Serikat 39, Rusia 27, dan Chile 19.
Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya memiliki banyak gunung api berdasarkan sejarah aktivitasnya, tetapi juga memiliki tingkat aktivitas vulkanik yang sangat signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
Apa Dampak Banyaknya Gunung Berapi bagi Sebuah Negara?
Keberadaan gunung berapi tentu membawa risiko. Letusan dapat menghasilkan abu vulkanik, lava, awan panas, lahar, dan material lainnya yang dapat mengancam masyarakat di sekitar kawasan gunung.
Namun, gunung berapi juga memberikan manfaat.
Material vulkanik dapat membuat tanah menjadi subur. Kawasan gunung juga dapat menjadi tujuan wisata, sumber energi panas bumi, serta objek penelitian ilmiah.
Karena itu, negara dengan aktivitas vulkanik tinggi perlu memiliki sistem pemantauan dan mitigasi yang baik agar manfaat tersebut dapat dimanfaatkan sekaligus mengurangi risikonya.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Baturraden yang Wajib Dikunjungi, Cocok untuk Liburan Bersama Keluarga
FAQ
Negara mana yang memiliki gunung berapi terbanyak di dunia?
Berdasarkan data Smithsonian Global Volcanism Program, Amerika Serikat berada di posisi pertama dengan 165 gunung api Holosen. Jepang berada di posisi kedua dengan 117, Rusia 107, Indonesia 101, dan Chile 90.
Apakah Indonesia memiliki gunung berapi terbanyak?
Indonesia tidak berada di posisi pertama jika yang dihitung adalah seluruh gunung api Holosen. Indonesia berada di posisi keempat dengan 101 gunung api. Namun, Indonesia berada di posisi pertama untuk kategori gunung api yang aktif sejak 1960, dengan 55 gunung api.
Apa negara dengan gunung berapi paling aktif?
Jawabannya bergantung pada definisi “aktif” yang digunakan. Smithsonian GVP menggunakan beberapa kategori aktivitas, termasuk aktivitas sejak 1800 dan sejak 1960. Dalam kategori aktif sejak 1960, Indonesia memiliki jumlah tertinggi dalam daftar tersebut.
Apakah semua gunung berapi bisa meletus?
Tidak semua gunung api akan mengalami erupsi dalam waktu dekat. Status dan tingkat aktivitas setiap gunung berbeda sehingga pemantauan vulkanik diperlukan untuk mengetahui perubahan aktivitasnya.
Mengapa Indonesia memiliki banyak gunung berapi?
Indonesia berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi dan memiliki sejumlah busur vulkanik. Kondisi geologi tersebut mendukung terbentuknya banyak gunung api.
Amerika Serikat menjadi negara dengan gunung berapi terbanyak berdasarkan jumlah gunung api Holosen, disusul Jepang, Rusia, Indonesia, Chile, Ethiopia, dan Papua Nugini. Data tersebut menunjukkan betapa beragamnya aktivitas vulkanik di berbagai kawasan dunia.
Indonesia sendiri menempati posisi keempat dengan 101 gunung api Holosen. Namun, jika menggunakan kategori gunung api yang aktif sejak 1960, Indonesia berada di urutan pertama dengan 55 gunung api.
Keberadaan gunung berapi bukan hanya soal ancaman bencana. Gunung api juga berperan dalam membentuk bentang alam, menyuburkan tanah, menyediakan potensi energi panas bumi, dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di sekitarnya.

