Purwokertohitz.com, Purwokerto – Kemampuan membuat konten digital kini menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan di berbagai bidang. Menjawab kebutuhan tersebut, Digital Creative Community (DICO) Purwokerto berkolaborasi dengan Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Purwokerto menggelar workshop bertajuk “Bikin Konten Tanpa Ribet” di Kampus Universitas BSI Purwokerto, Kamis (23/7).
Workshop ini menghadirkan Fabriyan Fandi Dwi Imaniawan, M.Kom, dosen Universitas BSI sekaligus content creator, sebagai narasumber utama. Puluhan peserta yang berasal dari kalangan guru, siswa sekolah, mahasiswa, hingga masyarakat umum mengikuti kegiatan dengan antusias sejak awal hingga akhir sesi.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Kampus Universitas BSI Kampus Purwokerto, Vadlya Ma’arif, M.Kom. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian dari transformasi dunia digital yang perlu dipahami oleh masyarakat.
Baca Juga : Delegasi UBSI Kenalkan Budaya Lewat Games dan Tari di Thailand

“AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi telah menjadi alat yang mampu membantu meningkatkan produktivitas. Yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakannya secara kreatif, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Vadlya.
Sementara itu, perwakilan DICO Purwokerto, Mustofa, M.Kom, mengatakan kolaborasi antara komunitas dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperluas literasi digital di masyarakat. Menurutnya, ruang belajar seperti workshop menjadi media yang efektif untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan teknologi terkini kepada masyarakat.
Dalam sesi materi, Fabriyan Fandi mengajak peserta mengenal konsep pembuatan konten berbasis AI secara praktis. Ia menunjukkan bagaimana AI dapat dimanfaatkan mulai dari mencari inspirasi ide, menyusun alur cerita, membuat caption media sosial, hingga menghasilkan visual pendukung yang menarik.
Tidak hanya menjelaskan teori, Fabriyan juga membimbing peserta menyusun prompt yang efektif. Setiap peserta diberikan kesempatan mencoba berbagai formula prompt untuk menghasilkan konten sesuai kebutuhan masing-masing.

“Sering kali orang menganggap AI bisa langsung memberikan hasil terbaik. Padahal kualitas output sangat ditentukan oleh kualitas prompt yang kita buat. Semakin detail instruksinya, semakin baik pula hasil yang diberikan AI,” jelasnya.
Suasana workshop semakin hidup ketika peserta mulai mempraktikkan teknik yang telah dipelajari. Beragam pertanyaan muncul mengenai cara mengoptimalkan AI untuk kebutuhan pendidikan, promosi usaha, personal branding, hingga pembuatan konten media sosial. Diskusi interaktif tersebut membuat peserta memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan AI dalam aktivitas sehari-hari.
Baca Juga : Persija Resmi Rekrut Nadeo Argawinata, Kontrak Lima Tahun hingga 2031
Selain memberikan keterampilan teknis, workshop ini juga menekankan pentingnya menjaga orisinalitas karya dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang dihasilkan AI sebelum dipublikasikan. Peserta diingatkan bahwa AI merupakan alat bantu yang tetap membutuhkan kreativitas, pengetahuan, dan penilaian manusia.
Melalui kegiatan ini, DICO Purwokerto bersama Universitas BSI Purwokerto berharap semakin banyak masyarakat yang mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara positif untuk mendukung pembelajaran, pekerjaan, maupun pengembangan usaha. Kolaborasi antara komunitas dan perguruan tinggi ini juga diharapkan terus melahirkan berbagai program literasi digital yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat di era digital.






