Berita

Petani Semangka Sumpiuh Rela Ronda Tengah Malam Lawan Serangan Ulat Grayak

×

Petani Semangka Sumpiuh Rela Ronda Tengah Malam Lawan Serangan Ulat Grayak

Sebarkan artikel ini
Petani semangka Sumpiuh mengendalikan serangan ulat grayak di lahan semangka Desa Nusadadi Banyumas
Petani semangka Sumpiuh berjaga hingga tengah malam untuk mengendalikan serangan hama ulat grayak di lahan semangka Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas. (Foto: Ilustrasi/RADARBANYUMAS.CO.ID)

Purwokertohitz.com, Banyumas – Petani semangka Sumpiuh di Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, harus rela berjaga hingga tengah malam demi melindungi tanaman mereka dari serangan hama ulat grayak  Mengutip dari RADARBANYUMAS.CO.ID, hama yang aktif pada malam hari tersebut mulai menyerang lahan semangka sejak sekitar sepekan terakhir dan dikhawatirkan dapat menurunkan hasil panen apabila tidak segera dikendalikan.

Serangan ulat grayak membuat petani semangka Sumpiuh meningkatkan pengawasan di setiap petak lahan. Hama ini diketahui memakan daun tanaman semangka, sehingga menghambat proses fotosintesis dan berpotensi mengurangi kualitas maupun jumlah buah yang dihasilkan saat panen nanti.

Salah seorang petani, Sutrisno, mengatakan para petani memilih melakukan ronda pada malam hari karena ulat grayak mulai aktif mencari makan setelah matahari terbenam. Jika tidak segera dikendalikan, daun tanaman bisa habis dalam waktu singkat.

Baca juga:Kontribusi Kideco Masih Dominasi Pendapatan Indika Energy, Tembus 72,8 Persen pada Kuartal I 2026 

“Ulat-ulat kalau malam pada datang makan daun, kita para petani yang tanam semangka ronda untuk pengendalian,” ujar Sutrisno.

Menurutnya, para petani mulai berjaga setelah salat Magrib hingga sekitar pukul 00.00 WIB. Selama ronda, mereka memantau kondisi tanaman sekaligus mencari ulat yang bersembunyi di sela-sela daun agar penyebarannya tidak semakin meluas.

Kegiatan ronda tersebut dilakukan hampir setiap malam selama serangan hama masih berlangsung. Setelah memastikan kondisi lahan aman, para petani baru kembali ke rumah untuk beristirahat. Pagi harinya mereka kembali ke kebun untuk melakukan perawatan rutin, seperti penyiraman, pemupukan, dan memantau perkembangan tanaman.

Bagi petani semangka Sumpiuh, langkah tersebut menjadi cara paling efektif untuk mengurangi kerusakan tanaman sebelum menggunakan pengendalian kimia. Mereka berharap tanaman tetap tumbuh sehat hingga memasuki masa panen.

Petani Semangka Sumpiuh Minta Solusi Penyuluh Pertanian 

Selain melakukan pengawasan secara langsung, para petani juga meminta saran kepada Penyuluh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumpiuh mengenai insektisida yang paling efektif untuk mengatasi serangan ulat grayak.

“Obat apa yang efektif untuk mengendalikan serangan hama ulat,” tanya Sutrisno.

Permintaan tersebut disampaikan agar pengendalian hama dapat dilakukan dengan tepat tanpa merusak tanaman maupun lingkungan sekitar.

Penyuluh BPP Sarankan Pengendalian Terpadu 

Menanggapi keluhan petani, Penyuluh BPP Kecamatan Sumpiuh, Somedi, menjelaskan bahwa ulat grayak merupakan hama nokturnal yang aktif pada malam hari. Saat siang hari, ulat biasanya bersembunyi di balik atau lipatan daun sehingga sulit ditemukan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, petugas menemukan ulat dengan berbagai ukuran yang tersembunyi di daun tanaman semangka. Kondisi tersebut menunjukkan serangan sudah mulai berkembang sehingga perlu segera ditangani agar tidak semakin meluas.

Somedi menjelaskan pengendalian hama sebaiknya dilakukan secara terpadu, mulai dari pemantauan rutin, pengendalian mekanis dengan mengambil ulat secara langsung, hingga penggunaan insektisida apabila tingkat serangan sudah cukup tinggi.

“Hama ulat grayak merusak daun tanaman semangka dan berpotensi mengurangi produktivitas buah. Penanganan menggunakan bahan aktif emamektin benzoat,” jelas Somedi.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan insektisida dilakukan sesuai dosis yang dianjurkan. Penggunaan yang berlebihan tidak hanya berisiko menimbulkan resistensi hama, tetapi juga dapat berdampak terhadap lingkungan dan organisme lain yang bermanfaat bagi tanaman.

Baca juga : UBSI Kampus Purwokerto Dekatkan Pendidikan Tinggi kepada Generasi Muda lewat Audisi Rita Idol 2026 

Petani Berharap Hasil Panen Tetap Optimal

Meski menghadapi ancaman serangan hama, petani semangka Sumpiuh tetap optimistis hasil panen dapat dipertahankan. Dengan pengawasan rutin, pendampingan penyuluh pertanian, serta penerapan pengendalian hama yang tepat, mereka berharap tanaman semangka tetap tumbuh sehat hingga masa panen tiba.

Petani semangka Sumpiuh berharap upaya pengendalian hama yang dilakukan bersama penyuluh dapat menjaga kualitas tanaman hingga masa panen tiba

Pedoman Siber 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *