Purwokertohitz.com, Malang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Minggu (9/8), luas kawasan yang terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 520 hektare.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, luasan kawasan terdampak tersebut meningkat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Sabtu (8/8), kawasan terdampak kebakaran tercatat sekitar 250 hektare.
“Tercatat hingga saat ini ada 520 hektare kawasan terdampak kebakaran,” kata Rudijanta, Minggu (9/8), dikutip dari kompas.com.
Baca juga :Vivo S2 Resmi Meluncur, Punya Desain Mirip iPhone Air dan Baterai 7.050 mAh
Meski demikian, angka 520 hektare tersebut bukan berarti seluruh area mengalami kebakaran. Luasan tersebut merupakan kawasan yang terdampak akibat peristiwa karhutla yang terjadi di sejumlah titik kawasan TNBTS.
Kawasan Terdampak Kebakaran Bertambah
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak juga menyampaikan bahwa kawasan terdampak kebakaran di TNBTS telah mencapai sekitar 500 hektare.
Menurut Emil, angka tersebut meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di kisaran 250 hektare.
“Ini bukan luasan kebakaran saat ini, tapi luas yang terdampak kebakaran meningkat dari 250 hektare menjadi 500 hektare,” ujar Emil .
Emil menjelaskan, sejumlah area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan. Meski begitu, pemantauan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
Petugas dari TNBTS, BPBD, TNI, dan Polri juga masih bergerak di sejumlah titik yang masih memiliki potensi kebakaran.
Angin Kencang Bikin Api Cepat Menjalar
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, meluasnya kawasan terdampak salah satunya dipicu kembali munculnya kobaran api pada Sabtu malam.
Api tidak hanya membakar area tebing, tetapi juga merambat ke kawasan savana Gunung Bromo. Kondisi tersebut diperparah oleh hembusan angin yang cukup kencang sejak Sabtu siang.
Angin membuat kobaran api bergerak cepat dari bagian atas tebing menuju area bawah. Saat mencapai bagian bawah tebing, api kemudian membakar rerumputan dan vegetasi yang berada dalam kondisi kering.
Api selanjutnya berhasil menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dan bergerak menuju kawasan savana.
“Termasuk dampak dari frost yang terjadi sehingga api meluas,” ujar Rudijanta.
Baca juga : Veda Ega Pratama Bidik Podium Moto3 Inggris 2026 di Silverstone
Kondisi vegetasi yang kering dan angin kencang membuat api lebih mudah menjalar. Karena itu, petugas masih melakukan pemantauan secara intensif di lokasi yang telah dipadamkan maupun titik yang masih terbakar.
Pemprov Jatim Tambah Dua Mobil Pemadam dan Helikopter
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah armada untuk mempercepat penanganan karhutla di kawasan TNBTS.
Dua unit mobil pemadam kebakaran didatangkan dari Kabupaten Mojokerto dan Surabaya. Dengan tambahan tersebut, total terdapat tujuh mobil pemadam kebakaran yang telah dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
“Sekarang lagi perjalanan untuk membantu pemadaman,” kata Emil di Probolinggo.
Meski demikian, kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh titik api. Salah satunya adalah titik kebakaran baru yang berada di kawasan jalur penanjakan.
Untuk lokasi yang sulit dijangkau kendaraan, petugas akan menggunakan drone dan helikopter guna membantu pemantauan serta proses pemadaman dari udara.
Selain dua mobil pemadam, Pemprov Jatim juga menambah satu unit helikopter water bombing. Dengan tambahan tersebut, terdapat tiga helikopter yang digunakan dalam operasi pemadaman.
Ketiga helikopter tersebut akan mengambil air dari Danau Ranupane dan Ranu Regulo. Operasi water bombing ditargetkan dilakukan sebanyak 30 kali dengan kapasitas sekitar 1.000 liter air dalam setiap penyiraman.
Sementara itu, drone milik BPBD Jawa Timur tetap dioperasikan untuk membantu pemantauan. Namun, kapasitas angkut air drone tersebut hanya sekitar 80 liter sehingga dinilai kurang efektif untuk pemadaman dalam skala besar.
Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
Karhutla yang melanda kawasan TNBTS juga berdampak pada aktivitas wisata Gunung Bromo. Kawasan wisata tersebut ditutup total sementara untuk mendukung proses pemadaman dan menjaga keselamatan wisatawan.
Baca juga : Chelsea vs AC Milan di Jakarta, Xabi Alonso dan Ruben Amorim Uji Strategi
Wisatawan yang telah membeli tiket selama periode penutupan dapat melakukan penjadwalan ulang kunjungan atau mengajukan pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan yang berlaku.
Penutupan dilakukan hingga kondisi kawasan dinilai aman dan proses penanganan kebakaran dapat dilakukan secara optimal.






