Berita

Sekda Banyumas Agus Nur Hadie Akhirnya Muncul: 5 Fakta Usai Ruang Kerja Digeledah KPK

×

Sekda Banyumas Agus Nur Hadie Akhirnya Muncul: 5 Fakta Usai Ruang Kerja Digeledah KPK

Sebarkan artikel ini
Sekda Banyumas Agus Nur Hadie mengikuti apel ASN
Sekda Banyumas Agus Nur Hadie mengikuti apel pagi ASN di lingkungan Setda Banyumas, Senin (14/9/2026).

Purwokertohitz.com, – Sekda Banyumas Agus Nur Hadie akhirnya kembali muncul dalam aktivitas kedinasan setelah ruang kerjanya digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agus hadir dalam apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Banyumas, Jawa Tengah, Senin (14/9).

Kemunculan Sekda Banyumas Agus Nur Hadie menjadi perhatian setelah petugas KPK mendatangi dan menggeledah ruang kerjanya pada Kamis (10/9) siang.

Mengutip  dari TRIBUNBANYUMAS.CO.ID, apel pagi ASN Setda Banyumas dimulai sekitar pukul 07.19 WIB. Saat itu, apel dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Banyumas, Junaidi.

Baca juga : Trans Banyumas Ditargetkan Beroperasi Lagi 17 September 2026, Tarif Tetap Rp3.900 

Sekitar pukul 07.28 WIB, Agus Nur Hadie datang dan bergabung bersama jajaran ASN yang mengikuti apel.

Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa Agus masih menjalankan tugas kedinasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas setelah ruang kerjanya digeledah KPK.

Sekda Banyumas Agus Nur Hadie Ungkap Kedatangan KPK 

Seusai apel, Agus menjelaskan kedatangan petugas KPK ke ruang kerjanya pada Kamis siang.

Menurut Agus, petugas datang sekitar pukul 14.00 WIB. Ia menyebut kedatangan tersebut berkaitan dengan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

“Sekitar jam 2 ke ruangan, kami didatangi petugas KPK, kedatangan tersebut berkaitan dengan kerja sama antara Unsoed dan pemerintah daerah,” ujar Agus.

Petugas KPK berada di ruang kerja Agus selama kurang lebih dua jam. Setelah proses tersebut selesai, petugas kemudian meninggalkan ruangan.

Agus mengatakan terdapat sejumlah dokumen yang dibawa petugas. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti dokumen apa saja yang diambil.

Baca juga : Sepur Kluthuk Serayu: Pertunjukan Unik Buka Banjoemas Heritage Week 2026 

Selain dokumen, telepon seluler miliknya juga disita petugas KPK.

“Ada juga HP saya juga yang disita petugas. Kalau soal materi, monggo ditanyakan pada petugas KPK,” kata Agus.

Penyitaan telepon seluler tersebut juga menjadi salah satu alasan Agus tidak dapat dihubungi wartawan sejak Jumat (11/9).

Tetap Jalankan Tugas Kedinasan

Meski ruang kerjanya digeledah, Agus memastikan aktivitas kedinasannya tetap berjalan seperti biasa.

Ia mengatakan setelah kedatangan petugas KPK, dirinya masih mengikuti sejumlah kegiatan dan rapat. Bahkan, Agus menyebut sempat mengikuti rapat bersama Bupati Banyumas hingga malam hari.

“Kemudian berkaitan dengan saya, setelah didatangi itu saya bertugas seperti biasa, siang sampai malam rapat sampai malam rapat dengan bupati,” jelasnya.

Pada Jumat (11/9), Agus juga masih menjalankan aktivitas kedinasan. Kemudian pada Senin (14/9), ia kembali terlihat mengikuti apel pagi ASN di lingkungan Setda Banyumas.

Agus juga mengungkapkan bahwa dirinya dimintai keterangan oleh petugas KPK di ruang kerjanya. Dalam proses tersebut, terdapat sejumlah pihak yang menjadi saksi.

“Ya, saksinya ada TU pemda dan sekda, dan (pemeriksaan) ada di ruangan saya,” jelas Agus.

Namun, Agus tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai materi pemeriksaan maupun dokumen yang dibawa KPK.

Ia meminta masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai perkara tersebut untuk menunggu penjelasan dari KPK.

“Terkait berita kaitannya dengan Unsoed, biar KPK yang mendalami itu,” katanya.

KPK Geledah Enam Lokasi

Sebelumnya, KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi terkait perkara dugaan pemerasan dalam penerimaan mahasiswa baru yang menjerat Rektor Unsoed Purwokerto, Akhmad Sodiq.

Penggeledahan dilakukan di enam lokasi pada 9-10 September 2026.

Selain ruang kerja Sekda Banyumas, petugas KPK juga menggeledah rumah tiga wakil rektor Unsoed, rumah seorang dosen, serta rumah seorang guru SMA di Tasikmalaya.

Sempat muncul rumor bahwa Agus Nur Hadie dibawa KPK ke Jakarta setelah penggeledahan. Namun, kabar tersebut sebelumnya telah ditepis Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

Agus kemudian memastikan dirinya dalam kondisi sehat. Ia juga meminta doa agar persoalan yang sedang berkembang dapat segera selesai dan menjadi jelas.

“Alhamdulillah ini sehat walafiat dan mohon doanya agar masalahnya cepat selesai dan clear,” ujar Agus.

Baca juga : Lowongan Kerja Bangor Karangklesem 2026: Peluang Menarik, Lulusan SMA Bisa Daftar! 

Agus Masih Punya Agenda Kedinasan

Setelah mengikuti apel pagi, Agus mengatakan masih akan menjalankan sejumlah agenda kedinasan pada Senin (14/9).

Agenda tersebut antara lain rapat bersama kepala dinas, konsultasi, serta rapat koordinasi bersama para asisten.

“Hari ini ada kegiatan rapat-rapat dengan kepala dinas dan biasa konsultasi dengan saya,” kata Agus.

“Dan kalau Senin, ada rapat koordinasi dengan para asisten,” lanjutnya.

Dengan demikian, Sekda Banyumas Agus Nur Hadie masih menjalankan aktivitas kedinasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas setelah ruang kerjanya digeledah KPK.

Baca juga : Gemini 3.8 Flash Resmi Meluncur, Google Siapkan AI Khusus Keamanan Siber 

Sementara itu, perkembangan mengenai perkara yang berkaitan dengan Unsoed dan penggeledahan sejumlah lokasi masih menjadi bagian dari proses yang sedang didalami KPK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *