Berita

Trans Banyumas Ditargetkan Beroperasi Lagi 17 September 2026, Tarif Tetap Rp3.900

×

Trans Banyumas Ditargetkan Beroperasi Lagi 17 September 2026, Tarif Tetap Rp3.900

Sebarkan artikel ini
Trans Banyumas kembali beroperasi 17 September 2026
Layanan Trans Banyumas ditargetkan kembali beroperasi pada 17 September 2026.

Purwokertohitz.com, – Trans Banyumas ditargetkan kembali melayani masyarakat pada 17 September 2026 setelah sempat berhenti karena persoalan anggaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas saat ini masih menunggu hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah terhadap Perubahan APBD 2026.

Mengutip dari TRIBUNBANYUMAS.CO.ID, Perubahan APBD 2026 telah disetujui dalam rapat paripurna DPRD Banyumas pada Selasa, 8 September 2026. Dalam perubahan tersebut, anggaran operasional Trans Banyumas dialokasikan sekitar Rp14 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie, mengatakan proses evaluasi gubernur menjadi tahapan penting sebelum anggaran dapat digunakan. Pemkab Banyumas juga terus mengupayakan agar layanan transportasi tersebut bisa kembali berjalan secepatnya.

“Kemarin, saya dengan Pak Bupati rapat, di antaranya mengupayakan secepatnya operasional Trans Banyumas karena dari awal itu kan banyak keluhan, lama sekali ini tidak kerja. Kami sedang berjuang,” kata Agus di halaman Kantor Setda Banyumas, Senin,(14/9).

Baca juga : Kode Redeem FF 13 September 2026, Klaim Diamond dan Bundle Eksklusif Gratis 

Menurut Agus, Perubahan APBD 2026 sudah disetujui oleh Bupati dan DPRD Banyumas. Namun, anggaran tersebut belum dapat langsung digunakan karena masih harus melalui evaluasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Sekarang, APBD Perubahan sudah disetujui, antara Bupati dengan DPRD sudah menyetujui APBD Perubahan. Saat ini sedang dievaluasi gubernur,” ujarnya.

Trans Banyumas Menunggu Evaluasi Gubernur

Setelah hasil evaluasi diterima, Pemkab Banyumas masih harus menyelesaikan tahapan administrasi berikutnya. Salah satunya adalah menetapkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebagai dasar pelaksanaan kegiatan yang telah masuk dalam APBD Perubahan.

“Setelah itu, baru bisa menetapkan DPA, dokumen penganggaran ini. Nah, ini yang menjadi syarat bisa berjalannya Trans Banyumas,” jelas Agus.

Ia menjelaskan, anggaran untuk layanan tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam Perubahan APBD 2026. Hanya saja, dana itu belum dapat digunakan karena DPA belum disahkan.

“Karena sudah dianggarkan di perubahan tapi DPA-nya belum disahkan, karena belum disetujui. Ya insyaallah nanti tidak terlalu lama. Begitu turun DPA-nya, kita proses, kemudian proses pengadaan barang dan jasanya kita lakukan,” katanya.

Pemkab Banyumas kemudian memasang target layanan dapat kembali beroperasi pada 17 September 2026. Namun, target tersebut masih bergantung pada cepat atau tidaknya hasil evaluasi gubernur diterima.

“Kami sih menargetkan tanggal 17 lah, mudah-mudahan, mudah-mudahan. Tapi ini tergantung juga dengan persetujuan gubernur. Begitu persetujuan turun, ini kami proses, mungkin tiga hari setelah itu bisa jalan,” ungkap Agus.

Tarif Trans Banyumas Masih Rp3.900 

Selain kepastian target operasional, tarif juga menjadi perhatian masyarakat. Pemkab Banyumas memastikan belum ada kenaikan tarif ketika layanan kembali berjalan.

Tarif untuk masyarakat umum masih Rp3.900 per orang, sedangkan tarif khusus pelajar dan lansia tetap Rp2.000 per orang.

“Kenaikan tarifnya sementara belum. Belum ada kenaikan tarif,” tegas Agus.

Dengan tarif tersebut, masyarakat masih dapat menggunakan layanan dengan harga yang sama seperti sebelumnya. Kepastian ini diharapkan membantu masyarakat yang mengandalkan transportasi umum untuk aktivitas sehari-hari.

Baca juga :  Sepur Kluthuk Serayu: Pertunjukan Unik Buka Banjoemas Heritage Week 2026 

Trans Banyumas Diupayakan Dapat Tambahan Dana 

Pemkab Banyumas tidak hanya mengandalkan APBD untuk menjaga keberlangsungan layanan. Pemerintah daerah juga berupaya mencari tambahan pembiayaan dari pemerintah pusat.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono disebut sedang berada di Jakarta untuk mengupayakan dukungan anggaran. Salah satu opsi yang dibahas adalah program Buy the Service (BTS).

“Jadi, ini Pak Bupati hari ini sedang ke Jakarta, juga berupaya mencari tambahan dana, karena infonya, kalau ada dana untuk program BTS, program Buy the Service,” ujar Agus.

Menurutnya, tambahan anggaran dari pemerintah pusat dapat membantu mengurangi beban APBD Banyumas.

“Kalau program itu ada tambahan dari kementerian, artinya ini APBD bisa lebih dihemat lagi, bisa digunakan buat kebijakan yang lain,” katanya.

Baca juga : Lowongan Kerja Bank BTPN Syariah Purwokerto September 2026, Lulusan SMA hingga S1 Bisa Daftar 

Dengan demikian, pengoperasian kembali Trans Banyumas masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan administrasi. Jika evaluasi gubernur segera turun dan proses berikutnya berjalan lancar, layanan tersebut ditargetkan kembali melayani masyarakat pada 17 September 2026 dengan tarif yang masih tetap seperti sebelumnya untuk penumpang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *