Berita

Cara Mengecek Bansos lewat Situs Resmi Kemensos 2026, Cukup Pakai NIK KTP

×

Cara Mengecek Bansos lewat Situs Resmi Kemensos 2026, Cukup Pakai NIK KTP

Sebarkan artikel ini
Cara mengecek bansos Kemensos menggunakan NIK KTP
Tampilan halaman resmi Cek Bansos Kemensos untuk mencari data penerima manfaat menggunakan NIK 16 digit dan huruf kode.

Purwokertohitz.com, – Cara mengecek bansos melalui situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) RI menjadi informasi yang penting bagi masyarakat yang ingin mengetahui status penerimaan bantuan sosial. Pengecekan dapat dilakukan secara online menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Layanan tersebut disediakan Kemensos untuk membantu masyarakat mengetahui apakah data mereka tercatat sebagai penerima manfaat bantuan sosial. Masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor pemerintah hanya untuk melakukan pengecekan karena proses pencarian data dapat dilakukan melalui perangkat yang terhubung dengan internet.

Lantas, bagaimana cara mengecek bansos melalui situs resmi Kemensos, data apa yang harus disiapkan, dan apa yang dilakukan jika data tidak sesuai.

Baca juga : Al Qadsiah Tawar Tijjani Reijnders Rp1 Triliun, Masa Depannya di Man City Jadi Sorotan 

Cara Mengecek Bansos melalui Situs Resmi Kemensos

Untuk mengecek status penerima bansos, masyarakat dapat mengakses situs resmi Cek Bansos Kemensos melalui alamat cekbansos.kemensos.go.id 

Berdasarkan tampilan layanan resmi tersebut, pencarian data penerima manfaat saat ini dilakukan menggunakan NIK 16 digit sesuai KTP. Selain NIK, masyarakat juga perlu memasukkan huruf kode atau captcha yang ditampilkan pada halaman pencarian.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Buka browser melalui HP, laptop, atau komputer yang terhubung dengan internet.
  2. Masuk ke situs resmi Cek Bansos Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id.
  3. Masukkan NIK sebanyak 16 digit sesuai dengan yang tercantum pada KTP.
  4. Pastikan angka NIK yang dimasukkan sudah benar agar proses pencarian tidak mengalami kesalahan.
  5. Masukkan huruf kode atau captcha yang muncul pada halaman.
  6. Jika kode yang muncul kurang jelas, pengguna dapat melakukan penyegaran kode sesuai petunjuk pada situs.
  7. Setelah seluruh data terisi, klik tombol Cari Data.
  8. Sistem kemudian akan menampilkan hasil pencarian berdasarkan data yang tersedia.

Masyarakat sebaiknya memastikan NIK yang dimasukkan sesuai dengan dokumen kependudukan. Kesalahan satu angka saja dapat menyebabkan hasil pencarian tidak sesuai.

Baca juga ; Ekshumasi Makam Sutrimo di Banyumas Libatkan Ahli DNA dan Forensik 

Apa Sumber Data yang Digunakan?

Layanan Cek Bansos Kemensos saat ini mencantumkan bahwa sumber data yang digunakan adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

DTSEN menjadi salah satu dasar dalam pengelolaan data sosial dan ekonomi masyarakat. Pada layanan Cek Bansos, masyarakat juga dapat melihat informasi mengenai desil atau kelompok kesejahteraan keluarga berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi.

Kemensos menjelaskan bahwa terdapat 10 desil. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen tertinggi.

Informasi tersebut penting diketahui masyarakat karena status desil dapat berkaitan dengan penentuan sasaran bantuan sosial.

Bagaimana Jika Data Bansos Tidak Sesuai?

Masyarakat yang menemukan data atau desil yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa data tersebut tidak dapat diperbaiki.

Dalam situs resmi Cek Bansos Kemensos disebutkan bahwa desil bersifat dinamis. Apabila terdapat ketidaksesuaian, pembaruan dapat dilakukan melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial. Masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos untuk menyampaikan data sesuai kondisi nyata.

Setelah pembaruan dilakukan, data tersebut akan dihitung kembali oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara berkala.

Kemensos juga menjelaskan bahwa desil digunakan dalam penentuan sasaran bantuan sosial. Kelompok desil 1 sampai 4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako. Sementara desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Masyarakat Diminta Waspada Situs Palsu

Kemudahan mengecek bansos secara online juga perlu diikuti dengan kewaspadaan. Masyarakat sebaiknya hanya menggunakan layanan resmi pemerintah ketika melakukan pengecekan data penerima bantuan sosial.

Jangan sembarangan memasukkan NIK atau data pribadi ke situs yang tidak dikenal dan mengatasnamakan Kemensos. Pastikan alamat situs yang digunakan adalah cekbansos.kemensos.go.id.

Selain melalui situs web, Kemensos juga menyediakan aplikasi Cek Bansos. Berdasarkan informasi pada toko aplikasi resmi, aplikasi tersebut dikembangkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dan menyediakan sejumlah fitur yang berkaitan dengan kepesertaan bantuan sosial, termasuk pengusulan dan pemberian sanggahan terhadap data penerima bantuan. Aplikasi tersebut tercatat diperbarui pada 20 juli 2026 .

Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri dan memperoleh informasi mengenai status data penerima manfaat. Jika terdapat ketidaksesuaian data, masyarakat dapat menempuh mekanisme pembaruan yang telah disediakan pemerintah.

Baca juga :  PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Les Parisiens Bidik Trofi Kedua Beruntun 

Jadi, cara mengecek bansos melalui situs resmi Kemensos 2026 dapat dilakukan dengan mudah. Masyarakat cukup menyiapkan NIK 16 digit sesuai KTP, memasukkan kode verifikasi, kemudian menekan tombol Cari Data. Hasil pencarian selanjutnya dapat digunakan sebagai informasi awal mengenai status data penerima manfaat yang tercatat dalam sistem Kemensos.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *