Berita

Sungai Serayu Surut, Wadas Cinta Carik di Banyumas Ramai Jadi Wisata Dadakan

×

Sungai Serayu Surut, Wadas Cinta Carik di Banyumas Ramai Jadi Wisata Dadakan

Sebarkan artikel ini
Sungai Serayu Surut, Wadas Cinta Carik di Banyumas Ramai Jadi Wisata Dadakan

Purwokertohitz.com, Banyumas – Surutnya debit air Sungai Serayu di Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menghadirkan pemandangan yang berbeda. Hamparan bebatuan yang biasanya terendam kini muncul ke permukaan dan membentuk kawasan yang dikenal warga sebagai Wadas Cinta Carik. Lokasi tersebut pun ramai dikunjungi masyarakat sebagai wisata dadakan selama musim kemarau.

Sejak beberapa hari terakhir, warga memanfaatkan kawasan tersebut untuk bermain air, bersantai bersama keluarga, memancing, hingga mengabadikan momen dengan berfoto. Air sungai yang jernih dan aliran yang relatif dangkal membuat lokasi ini menjadi alternatif rekreasi tanpa biaya tiket masuk.

Salah seorang pengunjung, Khomsatun, mengaku sengaja datang bersama anak dan tetangganya karena penasaran melihat kondisi Sungai Serayu yang sedang surut.

Baca juga : Timnas Belanda Sabet FIFA Fair Play Trophy pada Piala Dunia 2026 

“Karena penasaran dan pemandangannya juga bagus. Kebetulan sedang surut, kalau tidak surut ya tidak bisa seperti ini. Anak-anak juga bisa main air karena dangkal,” kata Khomsatun kepada wartawan, Senin (20/7).

Menurut Khomsatun, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp1.000 untuk menikmati kawasan tersebut.

“Gratis, cuma bayar parkir Rp1.000. Airnya juga jernih dan bersih. Yang di pinggir dangkal, tapi di bagian selatan masih agak dalam,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi Sungai Serayu yang surut seperti ini hampir terjadi setiap musim kemarau.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang ramai. Anak-anak bermain air di tepian sungai yang hanya setinggi mata kaki, sementara pengunjung lainnya memancing, menikmati bekal bersama keluarga, hingga merekam foto dan video di atas hamparan bebatuan.

Di sisi lain, musim kemarau mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dengan suhu udara yang lebih panas akibat pengaruh El Nino.

Baca juga : Digital A Cafe Dialogue: AI yang Kerjain, Kita yang Arahin, Bekali Mahasiswa UBSI Hadapi Era Kecerdasan Buatan 

Hingga akhir pekan lalu, BPBD Banyumas mencatat sedikitnya 14 desa dan kelurahan terdampak kekeringan.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi,” kata Irawan.

Meski menjadi salah satu dampak musim kemarau, surutnya Sungai Serayu juga menghadirkan daya tarik wisata sementara bagi masyarakat. Namun, warga tetap diimbau berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai, terutama di bagian yang masih memiliki aliran lebih dalam, demi menjaga keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *