PendidikanKampusTeknologi

Cegah Kecanduan Game, UBSI Purwokerto Berikan Edukasi kepada 400 Siswa SMA Negeri 1 Rawalo

×

Cegah Kecanduan Game, UBSI Purwokerto Berikan Edukasi kepada 400 Siswa SMA Negeri 1 Rawalo

Sebarkan artikel ini
Kecanduan Game

Rawalo, 11 September 2026 — Cegah Kecanduan Game, perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan sekaligus tantangan bagi generasi muda. Kehadiran berbagai perangkat digital dan akses internet yang semakin mudah membuat aktivitas digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi pelajar. Salah satu aktivitas yang banyak diminati adalah permainan digital atau game online.

Game pada dasarnya dapat menjadi sarana hiburan dan rekreasi. Namun, apabila digunakan secara berlebihan tanpa pengendalian diri, aktivitas bermain game dapat berubah menjadi kebiasaan yang berdampak negatif terhadap kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pelajar perlu memiliki kemampuan untuk mengatur waktu dan menentukan prioritas di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Melihat kondisi tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Purwokerto hadir memberikan edukasi kepada siswa melalui kegiatan seminar mengenai bijak bermain game dan bahaya kecanduan game bagi anak di era digital. Kegiatan berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Rawalo, Jumat, 11 September 2026, dan diikuti sekitar 400 siswa kelas XI dan XII.

Seminar ini menghadirkan Mustofa, M.Kom, dosen UBSI Purwokerto sekaligus praktisi di bidang Teknologi Informasi dan Artificial Intelligence (AI) serta motivator, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Mustofa mengajak para siswa untuk melihat game tidak hanya dari sisi hiburan, tetapi juga memahami bagaimana penggunaan teknologi secara berlebihan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Menurut Mustofa, bermain game bukanlah aktivitas yang harus sepenuhnya dijauhi. Hal yang lebih penting adalah kemampuan setiap individu dalam mengendalikan diri dan mengatur penggunaan teknologi secara tepat.

“Bermain game bukan sesuatu yang harus dilarang sepenuhnya. Yang penting adalah bagaimana kita mampu mengendalikan diri dan menjadikan teknologi sebagai alat, bukan justru kita yang dikendalikan oleh teknologi,” ungkap Mustofa dalam kegiatan tersebut. Para siswa diajak mengenali berbagai dampak negatif kecanduan game, mulai dari berkurangnya konsentrasi belajar, terganggunya pola tidur, menurunnya produktivitas, berkurangnya interaksi sosial, hingga potensi munculnya perilaku yang sulit mengontrol waktu bermain. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membuat siswa lebih sadar terhadap kebiasaan mereka dalam menggunakan perangkat digital.

Baca juga : Rahasia Promosi Online yang Efektif Dimulai dari Cara Membuat Video Pendek yang Menjual

 

Tidak hanya membahas dampak negatif, seminar juga memberikan solusi praktis agar siswa dapat menggunakan teknologi dan bermain game secara lebih sehat. Para peserta didorong untuk mampu mengatur waktu, menentukan prioritas, tetap aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas.

Menurut Mustofa, generasi muda saat ini memiliki peluang yang sangat besar karena hidup di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Game, media sosial, AI, dan berbagai platform digital seharusnya tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun kemampuan baru dan mempersiapkan masa depan.

“Generasi sekarang jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah generasi yang mampu memahami, memanfaatkan, bahkan menciptakan teknologi,” tambahnya. Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam seminar karena siswa tidak hanya diarahkan untuk mengurangi penggunaan teknologi secara berlebihan, tetapi juga diajak melihat sisi positif dari perkembangan teknologi. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi dapat menjadi sarana belajar, berkarya, berkomunikasi, mengembangkan kreativitas, hingga membuka berbagai peluang baru.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Kampus UBSI Purwokerto, Vadlya Ma’arif, M.Kom, yang turut memberikan motivasi dan wawasan kepada para siswa mengenai pentingnya mempersiapkan pendidikan serta keterampilan sejak bangku SMA. Pendidikan dan penguasaan keterampilan digital menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perkembangan dunia kerja dan industri yang terus berubah. Tidak hanya mendapatkan materi mengenai teknologi dan bahaya kecanduan game, peserta juga memperoleh inspirasi dari pengalaman mahasiswa UBSI penerima beasiswa, Zika. Dalam kesempatan tersebut, Zika berbagi cerita mengenai perjalanan mendapatkan beasiswa serta pengalaman selama menjadi mahasiswa UBSI.

Baca juga: Atlet Pencak Silat Nasional Ini Dapat Beasiswa

 

Kehadiran mahasiswa penerima beasiswa tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian siswa. Pengalaman nyata yang dibagikan memberikan gambaran bahwa kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat diraih melalui berbagai jalur, termasuk program beasiswa. Hal ini sekaligus memberikan motivasi kepada siswa untuk mulai mempersiapkan rencana pendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMA. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tampak aktif mengikuti materi dan menyimak berbagai contoh yang diberikan narasumber terkait penggunaan teknologi secara bijak. Seminar tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk tidak hanya memahami risiko kecanduan game, tetapi juga melihat teknologi dari perspektif yang lebih positif dan produktif.

Di penghujung acara, UBSI Purwokerto memberikan informasi mengenai program beasiswa kuliah hingga 100% bagi calon mahasiswa. Informasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan siswa SMA Negeri 1 Rawalo mengenai berbagai peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi setelah menyelesaikan jenjang SMA.

UBSI Purwokerto sendiri merupakan kampus yang berkomitmen dalam menghadirkan pendidikan berbasis teknologi dan pengembangan kompetensi generasi muda. Dengan status Terakreditasi Unggul, UBSI terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri. Melalui seminar bijak bermain game dan bahaya kecanduan game, UBSI Purwokerto berharap para siswa dapat semakin cerdas dalam menggunakan teknologi. Bukan menjauhi teknologi, melainkan mampu mengendalikan penggunaannya agar memberikan manfaat bagi pendidikan, kreativitas, produktivitas, dan masa depan. Di era digital, kemampuan menggunakan teknologi secara bijak menjadi bagian penting dari proses mempersiapkan generasi muda. Teknologi bukan sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi alat untuk belajar, menciptakan karya, mengembangkan potensi, dan membuka peluang masa depan.

Kuliah..? BSI Aja!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *