Purwokertohitz.com, – Zulhas puji pengelolaan sampah di Banyumas saat Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan atau Zulhas, mengunjungi Meta Nusa Dharma (Mendha Milk) di Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (1/9).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Zulhas untuk melihat langsung kolaborasi antara pengelolaan sampah dan peternakan kambing yang dijalankan di lokasi tersebut. Selain sektor peternakan, ia juga menyoroti pemanfaatan sampah organik maupun anorganik agar memiliki nilai guna.
Seperti diberitakan TRIBUNBANYUMAS.CO.ID, Zulhas melihat langsung proses pemilahan sampah di lokasi tersebut. Sampah organik dan anorganik dipisahkan untuk kemudian diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna.
Baca juga : Harga BBM Pertamina Terbaru 1 September 2026, Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik
Menurut Zulhas, pemisahan sampah dari sumber menjadi salah satu langkah penting dalam mengatasi persoalan lingkungan. Sampah organik dapat dimanfaatkan untuk budidaya maggot, sedangkan sampah plastik bisa diproses menjadi bahan baku maupun produk lain yang bermanfaat.
“Bagus sekali sampah dipisah anorganik dan organik,” kata Zulhas.
Ia menjelaskan, sampah organik dapat diselesaikan melalui pengolahan menggunakan maggot. Sementara itu, sampah plastik atau anorganik dapat diolah menjadi bijih plastik hingga berbagai produk seperti ubin dan genteng.
Zulhas menilai pola pengelolaan tersebut layak mendapat dukungan karena persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat, menurutnya, juga mempunyai peran penting, terutama dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah atau sumber awal.
Ia bahkan menyinggung persoalan timbunan sampah di sejumlah daerah yang telah mencapai kondisi serius. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.
“Menimbulkan polusi, merusak tanah, merusak sungai, merusak kita,” ujar Zulhas dalam sambutannya.
Zulhas Soroti Potensi Peternakan Kambing Perah
Selain melihat pengelolaan sampah, Zulhas di Banyumas juga meninjau peternakan kambing perah yang dikelola Mendha Milk. Menurutnya, pengembangan peternakan kambing perah memiliki potensi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Susu kambing dinilai dapat menjadi salah satu sumber pangan bergizi yang masih mempunyai peluang untuk dikembangkan. Zulhas juga menghubungkan sektor peternakan dengan potensi pertanian dan pengelolaan lingkungan.
“Soal kebutuhan gizi, susu kambing bagus juga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menceritakan pengalamannya ketika masih kecil. Ia mengaku dahulu tidak terbiasa minum susu karena sulit mendapatkan susu di daerah tempat tinggalnya.
Ia kemudian melihat adanya peluang kolaborasi antara peternakan kambing, pertanian kentang, dan pengelolaan sampah. Menurutnya, kerja sama antarsektor seperti itu dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung kemajuan daerah.
“Tadi saya udah lihat di sana kambing, ada pengolahan sampah. Wah, bagus sekali!” ujar Zulhas.
Baca juga : Chamber of Scholars UBSI Purwokerto Jadi Chapter Baru bagi Maba Penerima Beasiswa
Produksi Susu Kambing Capai 500 Liter Per Hari
Direktur PT Meta Nusa Dharma atau Mendha Milk, Wisnu Rachman, menjelaskan bahwa peternakan kambing perah di Sokaraja saat ini memiliki sekitar 130 ekor kambing.
Selain itu, sekitar 200 ekor kambing lainnya tersebar di beberapa wilayah, yakni Sumbang, Ajibarang, Kebumen, dan Pemalang. Dari keseluruhan peternakan tersebut, produksi susu mencapai sekitar 500 liter per hari.
“Produksi sehari 500 liter per hari,” kata Wisnu.
Susu yang dihasilkan sebagian dikirim untuk diolah menjadi susu bubuk. Sementara sebagian lainnya dipasarkan sebagai susu cair dengan merek Mendha Milk.
Kambing yang diternakkan terdiri dari beberapa jenis, di antaranya Saanen, Etawa, dan Sapera. Produk Mendha Milk juga telah memiliki sertifikasi halal dan label BPOM.
Pemasarannya telah menjangkau Jabodetabek, Tangerang, Bogor, hingga sejumlah kota besar lainnya. Usaha tersebut kini memiliki omzet sekitar Rp150 juta per bulan dan melibatkan sekitar 50 karyawan.
Mendha Milk juga bekerja sama dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rata-rata kebutuhan dari kerja sama tersebut mencapai sekitar 2.500 produk per hari untuk empat dapur.
Di sisi lain, perusahaan juga melakukan pengolahan sampah secara mandiri, baik sampah organik maupun anorganik. Kolaborasi antara peternakan, pengolahan sampah, dan sektor pangan tersebut menjadi salah satu potensi yang dilihat Zulhas saat berkunjung ke Banyumas.
Baca Juga : Trans Banyumas Berhenti Sementara Mulai 30 Agustus 2026, Pemkab Banyumas Lakukan Evaluasi
Melalui pengelolaan yang terintegrasi, potensi lokal diharapkan tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.






