Berita

Trans Banyumas Berhenti Sementara Mulai 30 Agustus 2026, Pemkab Banyumas Lakukan Evaluasi

×

Trans Banyumas Berhenti Sementara Mulai 30 Agustus 2026, Pemkab Banyumas Lakukan Evaluasi

Sebarkan artikel ini
Trans Banyumas berhenti sementara mulai 30 Agustus 2026
Bus Trans Banyumas berhenti beroperasi sementara mulai 30 Agustus 2026

Purwokertohitz.com, – Trans Banyumas berhenti sementara mulai beroperasi setelah adanya proses peralihan pengelolaan pembiayaan dari pemerintah pusat melalui APBN ke Pemerintah Kabupaten Banyumas menggunakan APBD. Penghentian ini dilakukan sembari pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan transportasi massal yang selama ini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari, Minggu, 30 Agustus 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Oemar Udaya, mengatakan penghentian sementara tersebut bukan berarti layanan Trans Banyumas dihentikan secara permanen. Pemerintah Kabupaten Banyumas masih menyiapkan berbagai langkah dalam proses peralihan pembiayaan sekaligus mengevaluasi operasional sebelum bus kembali melayani penumpang.

Mengutip  dari TRIBUNBANYUMAS.COM, Oemar menjelaskan bahwa Trans Banyumas tidak beroperasi sejak Minggu, 30 Agustus 2026, sampai proses evaluasi selesai.

“Sejak Hari Minggu, 30 Agustus 2026, Bus Trans Banyumas tidak operasional sampai dengan pelaksanaan evaluasi berakhir,” ujar Oemar Udaya.

Baca juga: Kebakaran di Sokawera Banyumas, Rumah dan Tiga Kambing Ludes Terbakar Diduga akibat Bakar Sampah 

Trans Banyumas Berhenti Sementara untuk Evaluasi 

Menurut Oemar, evaluasi diperlukan untuk memastikan pengelolaan Trans Banyumas dengan skema pembiayaan melalui APBD dapat berjalan dengan baik. Pemerintah daerah juga ingin melakukan penataan dan penyempurnaan terhadap pelayanan transportasi umum agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk berupaya menghadirkan pelayanan transportasi umum yang terjangkau, nyaman, aman, tertib dan pasti,” terangnya.

Selama ini, Trans Banyumas menjadi salah satu moda transportasi yang digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Karena itu, Pemkab Banyumas menyadari penghentian sementara dapat berdampak terhadap mobilitas masyarakat.

Pemerintah daerah pun berupaya agar proses evaluasi dapat diselesaikan sesegera mungkin. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai berapa lama evaluasi berlangsung maupun tanggal pasti Trans Banyumas kembali beroperasi.

Selama layanan dihentikan, masyarakat diimbau menyesuaikan kebutuhan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi alternatif yang tersedia.

Pemkab Banyumas Siapkan Anggaran APBD 

Penghentian sementara Trans Banyumas terjadi setelah Pemkab Banyumas memastikan telah menyiapkan anggaran untuk menjaga keberlanjutan layanan tersebut hingga akhir 2026.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyiapkan anggaran hampir Rp14 miliar untuk mendukung operasional Trans Banyumas. Anggaran tersebut disiapkan setelah dukungan pembiayaan melalui APBN dari pemerintah pusat tidak lagi berlanjut.

Sadewo menegaskan keberadaan Trans Banyumas tetap menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan transportasi masyarakat.

“Untuk ulang tahun kemerdekaan ini, saya pastikan Trans Banyumas tidak akan berhenti di Banyumas. Meskipun APBN-nya tidak turun, saya sudah perintahkan kepada Sekda dan BKAD untuk mengambil anggaran yang lainnya,” ujar Sadewo.

Pemkab Banyumas kemudian melakukan sejumlah langkah efisiensi untuk menjaga program pelayanan masyarakat tetap berjalan. Salah satunya dengan melakukan efisiensi terhadap anggaran perjalanan dinas aparatur sipil negara.

Biaya Operasional Trans Banyumas Capai Rp3,3 Miliar

Persoalan pembiayaan sebelumnya menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan Trans Banyumas. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, kebutuhan operasional bus tersebut mencapai sekitar Rp3,3 miliar setiap bulan.

Baca juga :Apple Event September 2026 Digelar 9 September, iPhone 18 Pro dan iPhone Lipat Jadi Sorotan

Anggaran yang tersedia sebelumnya hanya mencukupi operasional sampai 28 Agustus 2026. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan tambahan anggaran agar Trans Banyumas dapat terus melayani masyarakat sampai akhir 2026.

Dengan peralihan pembiayaan dari APBN ke APBD, pemerintah juga perlu memastikan sistem pengelolaan dan operasional berjalan secara efektif.

Kapan Trans Banyumas Kembali Beroperasi

Sampai Minggu, 30 Agustus 2026, Pemkab Banyumas belum mengumumkan tanggal pasti Trans Banyumas kembali beroperasi. Jadwal pengoperasian kembali nantinya akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah maupun instansi terkait.

Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi dan penataan pelayanan, bukan keputusan untuk menghentikan Trans Banyumas secara permanen.

Dalam jangka panjang, kebutuhan biaya operasional Trans Banyumas diproyeksikan turun sekitar 25 hingga 35 persen mulai April 2027. Penurunan tersebut diperkirakan terjadi setelah cicilan pembelian armada yang menjadi bagian dari beban pembiayaan selesai.

Baca juga : BSI Explore Desa Jetis Cilacap: Mahasiswa Rasakan Kehidupan Warga 

Dengan demikian, masyarakat Banyumas masih harus menunggu hasil evaluasi pemerintah daerah sebelum kembali menggunakan layanan tersebut. Trans Banyumas berhenti sementara, tetapi Pemkab Banyumas memastikan anggaran untuk menjaga keberlanjutan layanan hingga akhir 2026 telah disiapkan.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi terbaru dari Pemkab Banyumas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas agar mengetahui perkembangan evaluasi serta jadwal Trans Banyumas kembali melayani masyarakat.

 

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *