Berita

Ekshumasi Makam Sutrimo di Banyumas Libatkan Ahli DNA dan Forensik

×

Ekshumasi Makam Sutrimo di Banyumas Libatkan Ahli DNA dan Forensik

Sebarkan artikel ini
Ekshumasi makam Sutrimo di Desa Wlahar Banyumas melibatkan tim dokter forensik dan ahli DNA
Tim gabungan melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Rabu (12/8/2026).

Purwokertohitz.com, – Tim gabungan mulai melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8). Proses tersebut melibatkan sejumlah ahli, termasuk ahli DNA dan dokter forensik.

Mengutip Kompas.com, persiapan ekshumasi di area pemakaman Sutrimo dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Sejumlah relawan yang bertugas menggali makam terlihat mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa hazmat.

Sekitar 30 menit kemudian, tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, Polresta Banyumas, serta tim dokter forensik tiba di lokasi. Ekshumasi kemudian mulai dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca juga : PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Les Parisiens Bidik Trofi Kedua Beruntun 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, proses ekshumasi dilakukan melalui beberapa tahapan pemeriksaan.

“Yang pertama, pelaksanaan bongkar kuburan atau lebih banyak kita kenal dengan istilah ekshumasi,” kata Budi saat memberikan keterangan di area pemakaman Sutrimo, Rabu.

Setelah makam dibongkar, tim dokter forensik akan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. Pemeriksaan tersebut meliputi bagian luar dan bagian dalam jenazah.

“Pemeriksaan luar untuk mengetahui identitas jenazah sesuai dengan surat permohonan penyidik terhadap identitas yang diperiksa,” ujar Budi.

Selanjutnya, pemeriksaan bagian dalam dilakukan untuk mendapatkan informasi medis yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan disampaikan oleh tim dokter forensik.

Ekshumasi Libatkan Ahli DNA

Proses ekshumasi makam Sutrimo tidak hanya melibatkan dokter forensik. Tim juga menggandeng ahli DNA, ahli histopatologi anatomi, laboratorium forensik, serta laboratorium toksikologi dari sejumlah universitas.

Kepala Biro Kedokteran Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri Brigjen dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan, seluruh pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai bidang keahlian.

Baca juga : Rumput GBLA Diperbaiki Bertahap, Persib Kejar Target Siap Jelang Play-off ACL Two 

“Kami bekerja dengan menyeluruh, komprehensif, dan hasilnya juga berdasarkan dari hasil pemeriksaan laboratorium nanti yang kami dapatkan,” ujar Hastry.

Hastry menjelaskan, tim juga akan mengambil sejumlah sampel dari organ tubuh Sutrimo untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut.

“Ekshumasi itu memeriksa makamnya, jenis tanahnya, panjang makamnya, juga pengambilan sampel di sekitar tanah makam seperti itu. Baru penggalian, baru periksa luar, baru periksa dalamnya,” ujar Hastry.

Menurut Hastry, pengambilan sampel menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemeriksaan. Sampel tersebut nantinya dapat dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Ekshumasi Dilakukan Secara Tertutup 

Sebelum proses penggalian, tim terlebih dahulu memeriksa kondisi makam, termasuk jenis tanah dan ukuran makam. Sampel tanah di sekitar makam juga diambil untuk kebutuhan pemeriksaan.

Setelah itu, proses dilanjutkan dengan penggalian makam, pemeriksaan bagian luar jenazah, hingga pemeriksaan bagian dalam.

Baca juga :  Bus Sekolah Gratis Banyumas Tambah Koridor, Rute Kalibagor-Banyumas Mulai Uji Coba 

Seluruh proses ekshumasi dilakukan secara tertutup di dalam tenda yang telah disiapkan di area pemakaman Sutrimo. Hal tersebut dilakukan agar proses pemeriksaan dapat berlangsung sesuai prosedur forensik.

Hasil pemeriksaan dokter forensik, ahli DNA, serta analisis dari berbagai laboratorium nantinya akan menjadi bagian dari bahan penyelidikan terkait makam Sutrimo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *