BeritaKampus

Tak Sekadar Lulus TOEFL, Kampus UBSI Purwokerto Bekali Mahasiswa Kuasai Strategi Raih Skor Tinggi

×

Tak Sekadar Lulus TOEFL, Kampus UBSI Purwokerto Bekali Mahasiswa Kuasai Strategi Raih Skor Tinggi

Sebarkan artikel ini
Tak Sekadar Lulus TOEFL, Kampus UBSI Purwokerto Bekali Mahasiswa Kuasai Strategi Raih Skor Tinggi

Purwokertohitz.com, Purwokerto –   Banyak mahasiswa menganggap TOEFL sebagai ujian yang menegangkan. Padahal, kegagalan meraih skor optimal tidak selalu disebabkan oleh kemampuan bahasa Inggris yang kurang, melainkan karena belum memahami strategi dalam mengerjakan soal. Berangkat dari kondisi tersebut, Lembaga Bahasa BSI menggelar workshop bertajuk “Tips and Tricks How Do The TOEFL Test” untuk membekali mahasiswa agar lebih siap menghadapi tes TOEFL di Aula Kampus UBSI Purwokerto, Selasa (30/6/).

Workshop menghadirkan praktisi sekaligus pengajar bahasa Inggris, Mr. Ben Amos, yang membagikan berbagai strategi menghadapi tes TOEFL melalui pendekatan yang komunikatif dan aplikatif. Sejak kegiatan dimulai, suasana aula dipenuhi antusiasme mahasiswa. Mereka aktif menyimak materi, mencatat berbagai strategi penting, hingga berdiskusi langsung dengan narasumber.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Agus Priadi, M.Pd., dari Lembaga Bahasa BSI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris telah menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional

Baca juga :  UBSI Kampus Purwokerto Dekatkan Pendidikan Tinggi kepada Generasi Muda lewat Audisi Rita Idol 2026 

“TOEFL bukan hanya menjadi syarat akademik, tetapi juga menjadi bekal untuk membuka peluang melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Karena itu, mahasiswa perlu memahami strategi yang tepat agar dapat meraih skor TOEFL yang optimal,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Kampus Universitas BSI Purwokerto, Vadlya Ma’arif, M.Kom., mengatakan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas memberikan ilmu di ruang kelas, tetapi juga membekali mahasiswa agar siap menghadapi berbagai tantangan setelah lulus.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia profesional. Salah satunya ialah kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan melalui skor TOEFL yang baik,” katanya

Berbeda dengan pelatihan TOEFL pada umumnya, Mr. Ben Amos menyampaikan materi secara interaktif. Ia mengajak peserta memahami karakteristik soal Listening, Structure, dan Reading melalui berbagai contoh yang sering muncul dalam ujian. Sesekali, ia menyelipkan humor serta membagikan pengalaman nyata sehingga suasana pelatihan terasa lebih hidup dan jauh dari kesan membosankan.

Tidak hanya menjelaskan teori, Mr. Ben Amos juga mengulas berbagai kesalahan yang paling sering dilakukan peserta saat mengikuti TOEFL. Pembahasan mengenai teknik mengatur waktu, mengenali pola jebakan soal, hingga cara meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara konsisten menjadi materi yang paling banyak menarik perhatian peserta.

Antusiasme mahasiswa semakin terlihat saat sesi diskusi dibuka. Puluhan pertanyaan mengalir, mulai dari cara meningkatkan skor dalam waktu singkat, strategi menghadapi sesi listening yang dianggap paling sulit, hingga tips belajar mandiri yang efektif. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta membuat workshop berlangsung dinamis hingga penghujung acara.

Baca juga : Digital A Cafe Dialogue: AI yang Kerjain, Kita yang Arahin, Bekali Mahasiswa UBSI Hadapi Era Kecerdasan Buatan 

Melihat tingginya antusiasme peserta, Mr. Ben Amos optimistis mahasiswa Universitas BSI Kampus Purwokerto mampu meraih skor TOEFL yang lebih baik apabila memahami pola soal dan berlatih secara konsisten.

“TOEFL bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling siap. Ketika kalian memahami pola soal, berlatih secara konsisten, dan percaya pada kemampuan sendiri, skor yang baik akan mengikuti,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas BSI Kampus Purwokerto bersama Lembaga Bahasa BSI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia akademik maupun profesional. Diharapkan, mahasiswa dapat menerapkan strategi yang telah dipelajari sehingga mampu meningkatkan skor TOEFL sebagai bekal untuk melanjutkan studi, meraih beasiswa, maupun memasuki dunia kerja.

 

Kuliah …? BSI Aja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *