BeritaKampus

Digital A Cafe Dialogue: AI yang Kerjain, Kita yang Arahin, Bekali Mahasiswa UBSI Hadapi Era Kecerdasan Buatan

×

Digital A Cafe Dialogue: AI yang Kerjain, Kita yang Arahin, Bekali Mahasiswa UBSI Hadapi Era Kecerdasan Buatan

Sebarkan artikel ini
mahasiswa mengikuti kegiatan digitalk A cafe diagluge membahas UI/UX dan Video Editor

Purwokertohitz.com,Purwokerto –  Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berkarya. Untuk membekali generasi muda menghadapi perubahan tersebut, kegiatan bertajuk Digital A Cafe Dialogue: AI yang Kerjain, Kita yang Arahin digelar di Teras Coffee & Eatery, Jalan Prof. Dr. Suharso No. 49, Purwokerto Timur. Kegiatan yang diikuti calon mahasiswa penerima beasiswa serta mahasiswa penerima beasiswa lainnya ini menjadi ruang diskusi tentang pemanfaatan AI secara bijak dalam dunia kreatif dan digital. Acara berlangsung pukul 09.00 WIB pada Kamis(18/6) pagi.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber muda yang aktif di bidang industri kreatif digital, yaitu Nazilla Winda Adisti sebagai Video Editor dan Naufal Haidar Azhar sebagai UI/UX Designer. Dalam sesi diskusi, keduanya membagikan pengalaman dan wawasan terkait pemanfaatan AI yang semakin berkembang di berbagai sektor industri kreatif.

Nazilla Winda Adisti menjelaskan bahwa AI saat ini telah menjadi alat bantu yang mampu mendukung produktivitas para kreator konten, termasuk video editor. Menurutnya, teknologi tersebut dapat mempercepat berbagai proses kerja tanpa menghilangkan peran kreativitas manusia sebagai faktor utama dalam menghasilkan karya yang berkualitas.

Baca jugaWisata Purwokerto Makin Berkembang, Bisnis Lokal Juga Harus Go Digital

“AI bisa membantu mempercepat pekerjaan editing, mulai dari membuat transkrip otomatis, mencari potongan video tertentu, sampai membantu membuat konsep awal. Namun, hasil akhirnya tetap ditentukan oleh manusia. Kreativitas, rasa, dan sudut pandang itu tidak bisa digantikan AI,” ujar Nazilla.

Menurut Nazilla, generasi muda perlu memahami AI sebagai teknologi yang dapat mendukung berbagai aktivitas dan pekerjaan, bukan sebagai ancaman yang harus dihindari.

“Jangan takut dengan AI. Justru kita harus belajar memanfaatkannya. Yang berbahaya bukan AI-nya, tetapi ketika kita tidak mau belajar dan tertinggal dari perkembangan teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, Naufal Haidar Azhar membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang desain antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX). Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu proses riset, eksplorasi ide, hingga pengembangan desain sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien.

“Saat mendesain aplikasi atau website, AI dapat membantu mencari referensi, membuat wireframe awal, hingga memberikan rekomendasi desain. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan desainer karena manusia yang paling memahami kebutuhan pengguna,” ujar Naufal.

moderator sedang bertanya kepada kedua narasumber tersebut

Ia menekankan bahwa kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda di era AI.

“AI itu seperti asisten yang sangat pintar. Kalau kita memberikan instruksi yang tepat, hasilnya juga akan baik. Karena itu, kemampuan mengarahkan, menganalisis, dan mengevaluasi hasil AI menjadi sangat penting,” ungkap Naufal.

Baca juga7 Cara Efektif Meningkatkan Branding Produk di Era Digital

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan seputar peluang karier di era digital, tantangan pemanfaatan AI, hingga cara mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin digital.

Salah satu peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.

“Saya jadi lebih memahami bahwa AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan efektif. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus mengembangkan kemampuan diri agar dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Melalui kegiatan Digital A Cafe Dialogue ini, para peserta diharapkan dapat memahami perkembangan teknologi AI secara lebih bijak, meningkatkan keterampilan digital, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *