Kampus

Pengabdian Masyarakat di MTS Ma’arif NU 1 Gumelar Tanamkan Nilai Empati dan Simpati

×

Pengabdian Masyarakat di MTS Ma’arif NU 1 Gumelar Tanamkan Nilai Empati dan Simpati

Sebarkan artikel ini

foto-bersama-siswa-siswi-8b-mts-maarif-nu-1-gumelar

PurwokertoHitz.com — Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa berlangsung di ruang kelas 8B MTs Ma’arif NU 1 Gumelar pada Selasa, 12 Mei 2026, pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan ini mengusung tema pembentukan karakter melalui pemahaman nilai empati dan simpati kepada sesama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran sosial di lingkungan sekolah.

Program tersebut diikuti oleh siswa kelas 8B dengan suasana kegiatan yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dipandu oleh kelompok mahasiswa yang terdiri dari Rizqy Bagus Saputra, Rafi Razani, Ikhsan Afif Rifa’i, Aga Panggih Zanuar Saputra, Rafi Abdullah, Rifqi Rizaldi, Naufal Haidar Azhar, Farras Syafiqur Raihan, Unggul Rahmat Pradana, Hendro Prasetyo, dan Candra Rahmadan. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik.

Kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi mengenai pentingnya empati dan simpati dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penyampaian materi, siswa diberikan pemahaman mengenai bagaimana sikap peduli, menghargai perasaan orang lain, serta kemampuan memahami kondisi sesama menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sosial yang harmonis. Materi juga menyoroti pentingnya membiasakan perilaku saling membantu, menjaga sopan santun, dan membangun komunikasi positif baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selama sesi berlangsung, para siswa terlihat aktif mengikuti pembahasan yang disampaikan. Interaksi dua arah juga tercipta melalui pertanyaan dan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan tersebut dilakukan agar materi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam aktivitas sosial mereka.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif bertajuk “Benar atau Salah”. Dalam permainan tersebut, siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Kelompok 1 dan 2 diminta berbaris secara selang-seling, kemudian disusul kelompok 3 dan 4 dengan pola yang sama.

games-benar-atau-salah

Permainan dilakukan dengan memberikan sejumlah pernyataan yang berkaitan pengetahuan umum untuk setingkat SMP/MTs. Para siswa kemudian diminta menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah. Apabila pernyataan dianggap benar, peserta harus melompat ke arah kanan, sedangkan jika dianggap salah peserta melompat ke arah kiri. Konsep permainan sederhana tersebut berhasil menciptakan suasana penuh semangat sekaligus melatih konsentrasi dan kerja sama antaranggota kelompok.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang jalannya permainan. Sorak dukungan antar anggota kelompok turut menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi sarana hiburan edukatif, permainan tersebut juga menjadi media pembelajaran untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan sebelumnya. Dalam akhir permainan, kelompok 2 berhasil keluar sebagai pemenang setelah mampu menjawab dan menentukan gerakan dengan tepat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh siswa kelas 8B sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Setelah itu, mahasiswa juga melakukan foto bersama dengan Kepala Sekolah H. Hartoyo yang turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan.

foto-bersama-kepala-sekolah-mts-maarif-nu-1-gumelar

Pada kesempatan tersebut, pihak mahasiswa juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah atas izin, dukungan, serta kesempatan yang telah diberikan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dukungan dari pihak sekolah dinilai menjadi faktor penting dalam terciptanya suasana kegiatan yang kondusif dan edukatif.

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan bentuk implementasi pengabdian akademik kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menanamkan nilai-nilai sosial positif kepada generasi muda. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana membangun karakter siswa yang peduli, aktif, dan memiliki rasa empati tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *